Permulaan Novisiat Seperti Tunas Pertama Tanaman

Depan: 2 Salesian baru; belakang: empat novis baru

Ada sebuah cerita spesial dari Komunitas SDB Tigaraksa, Tangerang, Banten sekitar awal bulan Juli 2021. Mereka mendapatkan empat tamu yang semuanya adalah pemuda. Empat tamu itu adalah para calon novis yang sudah menyelesaikan pembinaan pre novisiat di Sumba Barat Daya, NTT. Mereka memulai novisiatnya pada tanggal 1 Agustus 2021.

Mereka ber-empat mengalami pengalaman baru yaitu menjadi bagian dari komunitasnya yang baru. Mereka bertemu para Salesian lain yang berbeda dari para Salesian di komunitasnya yang lama. Mereka bertemua dua orang novis, yang untuk sementara hidup bersama selama satu bulan sebelum berpisah. Mereka mulai menapaki jalan panggilannya dengan suatu tahap yang lebih tinggi. Mereka mulai bertumbuh.

Pengalaman ini dibaratkan dengan tunas baru tanaman-tanaman di lahan garapan Komunitas Tigaraksa, yang akan menjadi medan pengalaman kerja para ketika mereka sebagai novis. Tunas baru wajib dipelihara dengan cara tersendiri supaya pertumbuhan selanjutnya sesuai harapan. Pastor Agustinus Catur, SDB menyempatkan diri untuk mendampingi ke-empat calon novis dan ditemani dua novis, dalam mengerjakan lahan dan selanjutkan ditanami berbagai bibit.

Ia membagikan cerita persiapan dan penanaman lahan ini seperti yang dituliskannya berikut ini:

Kita sedang mempersiapkan lahan untuk menanam jagung dan sayuran (boncis, okra, mentimun dan bayam)

Mereka para Novis dan pra Novis sangat rajin, bekerja mengolah tanah yang ada, berart mensyukuri rahmat Tuhan yang sudah berikan kepada Konggregasi. Bekerja yang disemangati rasa syukur sama sekali tidak mengenal malu, jijik karena kotor dan perih karena panas.

Dalam mempersiapkan lahannya, yang mereka lakukan ialah membajak tanah agar gembur, kemudian membuat bedeng dan memberi pupuk. Proses ini sangat perlu demi membuat tanah menjadi subur dan bagus untuk bertumbuhnya tanaman. Lahan yang mereka kerjakan itu letaknya disamping kandang kambing. Pupuknya diambil dari kotoran kambing. 

Hasil pengolahan lahan ini selain untuk konsumsi sendiri (buah2an dan sayur), namu selebihnya dijual agar bisa menambah pemasukan bagi komunitas. Pemasukan ini memang tidak banyak, tetapi cukup untuk untuk memberi upah para pekerja yang bekerja teratur merawat tanaman-tanaman.

Komoditas unggulan di dalam lahan Komunitas Tigaraksa ini ialah ubi jalar dan singkong. Setiap bulan diadakan panen ubi jalar untuk menjawap pesanan umat Katolik di sekitarnya.  

Pada tanggal 31 Juli malam, empat pemuda tersebut diterima secara resmi untuk memulai novisiatnya, yang akan berlansung selama satu tahun penuh. Sementara itu pada hari Minggu, 1 Agustus dua novis mengikrarkan kaul pertamanya untuk secara resmi menjadi anggota Serikat SDB.***

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *