IRI HATI MELAWAN MURAH HATI

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan biasa ke-20; 22 Agustus 2018; peringatan Santa Perawan Maria, Ratu. Yeheskiel 34,1-11; Matius 20,1-1a6. Suara: Dominggus sdb

Renungan kita pada hari ini bertema: Iri Hati Melawan Murah Hati. Kita menyebut hati dalam renungan ini tidak berkaitan dengan organ tubuh “hati” atau lever yang ada di dalam perut manusia. Ini merupakan sikap dan sifat manusia yang mendefinisikan dirinya sebagai orang yang baik atau tidak, sebagai pribadi yang bermoral atau tidak. Sifat iri hati dan murah hati menandakan keadaan atau situasi kejiwaan dalam diri seseorang, yang menggerakannya untuk bersikap atau berperilaku sebagai orang yang yang iri hati atau yang murah hati.

Karakter pribadi manusia yang iri hati ialah seperti seorang ibu tidak suka dengan sesama ibu tetangganya yang memiliki suami lebih ganteng dan cakap. Ia tidak suka dan punya rasa benci demikian karena suaminya sendiri kurang ganteng dan cakap. Sebaliknya, jika ibu tadi menjalin suatu hidup bertetangga dengan baik, menyambut dan berbaur dalam semangat persaudaraan, ia justeru menerima keluarga ibu sesamanya itu sebagai sahabat dan saudara. Biarpun kenyataan bahwa suaminya lebih cakap dan ganteng, ia tidak dikuasai pikiran dan perasaan negatif. Hubungan mereka sebagai sahabat dan saudara justeru membebaskan dia dari pembawaan diri yang negatif. Dengan demikian ibu itu memiliki perilaku yang bermurah hati atau berbaik hati.

Iri hati selalu berlawanan dengan murah hati. Perlawanan itu hanya bisa berhenti kalau salah satunya hilang. Jika ternyata bahwa kemurahan hati hilang, berarti hidup manusia sudah sangat gelap, seperti alamnya Setan yang penuh dengan suasana negatif. Sebaliknya jika ternyata ke-irihatian itu hilang, berarti suasana hidup manusia berada di dalam terang, seperti yang diinginkan oleh Tuhan dalam ajaran-Nya tentang Sabda Bahagia. Kata Yesus: Berbahagialah orang yang suci hatinya dan yang selalu berbuat baik, dan seterusnya.

Sebagai murid-murid Yesus, jalan kita ialah menghilangkan sifat dan sikap iri hati. Kita tidak diajarkan untuk memperbanyak iri hati dan mengurangi bahkan menghilangkan murah hati. Perumpamaan Yesus tentang orang-orang upahan yang iri hati atas kemurahan hati Tuhan mengajarkan kita untuk tidak berbuat yang sama. Kemurahan hati entah dalam bentuk perkataan entah perbuatan atau simbol-simbol yang kita pakai, sangat perlu disyukuri dan diindahkan. Dengan menghormati, mensyukuri, menerima, dan mempertahankan kemurahan hati, kita sebenarnya sedang bersikap murah hati.

Bunda Maria sebagai ratu bagi kita semua merupakan wujud kemurahan hati Allah. Bunda Maria selalu mendoakan dan melindungi kita sebagai bentuk kemurahan hatinya, supaya kita diluputkan dari ancaman musuh yang pasti akan mematikan kita.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan dan Allah kami, lindungilah dan bebaskanlah kami dari semua ancaman musuh. Kemuliaan… Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *