Maria Penolong Umat Kristiani Dimahkotai

“Berita Dunia Salesian” disiarkan oleh La Porta edisi 29 Agustus

Pada tanggal 22 Agustus, Gereja Katolik merayakan pesta Perawan Maria Ratu dan dalam perayaan ini dilakukan peletakan mahkota kepada Maria Penolong Umat Kristiani di Gereja Katedral Santo Yohanes Pembaptis Dagupan City-Filipina. Laporan ANS dari Dagupan City menjelaskan bahwa Nuncio Apostolik untuk Filipina, Uskup Agung Gabriele Giordano Caccia bertindak sebagai selebran Misa Kudus dan yang memberikan mahkota kepada Bunda Maria. Provinsial provinsi SDB Filipina Utara, Pastor Anthony Paul Bicomong turut hadir dalam kesempatan itu bersama para Salesian dan anggota Keluarga Salesian. Penghargaan mahkota itu diberikan oleh Paus Fransisus sebagai suatu tanda apresiasi atas pertumbuhan iman dan Gereja Katolik di provinsi Pangasinan selama 90 tahun terakhir. Hal ini untuk mengenang untuk pertama kalinya Patung Maria Penolong Umat Kristiani diberikan oleh Nuncio Apostolik waktu itu yang adalah seorang Salesian, Mgr. Guglielmo Piani, kepada Uskup Lingayen, Mgr. Cesar Maria Guerrero.

Gema persiapan untuk berlangsung Sinode Orang Muda pada bulan Oktober nanti di Vatikan sudah terasa di mana-mana di seluruh dunia. Para Salesian di berbagai belahan dunia menggunakan kesempatan menjelang sinode ini untuk mempersiapkan orang-orang muda supaya ikut berpikir dan membangun kesadaran tentang Sinode. Media ANS di Johanesburg-Afrika Selatan melaporkan, pada hari Minggu 26 Agustus, Salesian Youth Movement tingkat nasional, yaitu Provinsi, melaksanakan sebuah pertemuan sebagai bagian dari persiapan itu. Orang-orang muda dari berbagai wilayah Salesian bekerja berkumpul untuk merenungkan tema Sinode Para Uskup, yaitu: Orang Muda, Iman, dan Disermen Panggilan. Setelah diberikan introduksi singkat oleh seorang Salesian moderator, kelompok-kelompok diskusi diarahkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan dan orang-orang muda diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya.

Dahulu sekitar 40-an tahun ke belakang, misionaris imam dan biarawan-biarawati dari Jerman dan negara-negara Barat terhitung yang terbanyak datang ke negara-negara yang tergolong perkembangan Gereja Katolik masing sangat muda. Saat ini keadaannya sudah berubah. Misionaris yang dikirim sekarang adalah orang-orang awam sukarelawan, dan yang selalu terjadi di dunia Salesian ialah para sukarelawan muda. Media ANS di Bonn-Jerman Barat melaporkan pada hari Selasa 28 Agustus bahwa ada 51 orang muda Jerman menjadi misionaris dimulai pada bulan September ini di rumah dan karya-karya Salesian di seluruh dunia. Selama satu tahun orang-orang muda yang berusia antara 18-28 tahun itu dipersiapkan dengan seminar-seminar di komunitas Benediktbeuern dan “Don Bosco Mission Bonn. Mereka akan diutus untuk berkarya di Albania, Benin, Bolivia, Ghana, India, Colombia, Kosovo, Republik Moldova, Montenegro, Zambia, dan Togo. Para misionaris muda ini akan bekerja untuk membantu anak-anak perempuan dan laki-laki di dalam tugas-tugasnya, terutama asistensi belajar di kelas dan mengembangkan bakat-bakatnya.

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *