Salesian Don Bosco mulai hadir di Indonesia pada tahun 1985. Dalam kurun waktu 41 tahun (1985-2026), kini Salesian hadir menjadi 9 rumah dengan berbagai kerasulan, dari Pembinaan, Paroki, Balai Latihan Kerja, Sekolah, Asrama dan Kerasulan orang muda lainnya:
Misionaris Pertama Pastor Jose Carbonell tiba di Jakarta dengan membuka komunitas Salesian Don Bosco di Jalan Rajawali (Pademangan) Jakarta.
Maria Penolong Umat Kristiani. Pastor Jose Carbonell untuk pertama kalinya memperkenalkan devosi kepada Maria Bunda Penolong Umat Kristiani dalam sebuah doa rosario bersama.
Buku Aneka Cerita Don Bosco. Bertepatan dengan peringatan 100 tahun meninggalnya Don Bosco (1888-1988) diterbitkkkan untuk pertama kalinya Buku Aneka Cerita Don Bosco, terjemahan dari Stories of Don Bosco. Buku ini menjadian buku pertama riwayat hidup Don Bosco dalam Bahasa Indonesia
Kalender Salesian Indonesia. Kalender Salesian dengan gambar Maria Penolong Umat Kristiani dicetak untuk menyebarkan devosi. Hingga kini, kalender ini konsisten terbit tiap tahun dengan Gambar Maria Penolong Umat Kristiani.
Wisma Salesian Don Bosco Baru. Setelah beberapa tahun di Indonesia, Salesian mempunyai tempat tinggal tepatnya di Sunter diberi nama Wisma Salesian Don Bosco yang diberkati oleh Mgr. Leo Soekoto, SJ, Uskup Agung Jakarta pada masa itu.
Imam Salesian Indonesia. P. Andre Delimarta dan P. Yohanes Boedirahardjo Soerjonoto menerima Sakramen Imamat dari Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ di Gereja Santo Lukas, Sunter. Mereka berdua menjadi imam Salesian Indonesia yang pertama.
Rumah Tigaraksa. Rumah Salesian Don Bosco untu pembinaan Pranovis dan BLK Tigarasa diberkati dan mulai resmi ditempati oleh Salesian.
SDB hadir di Sumba. Salesian mulai hadir dan berkarya di Sumba atas undangan Mgr. Kerubim Pereira, SVD.
Gereja Santo Yohanes Bosco. Paroki yang dipercayakan kepada Salesian pertama adalah Paroki Santo Yohanes Bosco di Danau Sunter, Jakarta Utara. Paroki ini diberikan oleh Mgr Uskup Agung Jakarta, Julis Kardinal Darmaatmadja, SJ.
Koperator Salesian Indonesia Lahir. Koperator Salesian di Indonesia untuk pertama kalinya terbentuk dengan jumlah anggota 23 orang.
SDB Blitar dan Surabaya. Salesian hadir dan berkarya di Blitar dan Surabaya.
Kunjungan Kanonik Rektor Mayor. Retor Mayor Pascual Chavez mengunjungi Indonesia untuk kedua kalinya setelah tahun 2004.
25 Tahun SDB di Indonesia. Misa syukur peringatan 25 tahun kehadiran Salesian di Indonesia ditandai dengan peluncuran bukku biografi Pastor Jose Carbonell, SDB
Salesian hadir di Keuskupan Purwokerto, tepatnya di SMP Bhakti Mulia Purwodadi-Purworejo.
Perayaan 200 tahun kelahiran Don Bosco di Indonesia ditandai dengan peluncuran buku “Berjalan Bersama Don Bosco”. Buku ini berisi riwayat hidup Don Bosco dengan tebal 282 halaman.
Indonesia mendapatkan status baru sebagai Vice Provinsi dengan nama pelindung Santo Luis Versiglia. Sigla baru yang diberikan dari Roma adalah “INA” dan sigla lama yang pernah dipakai, yaitu “ITM” tidakk digunakan lagi.
Pastor Andrew Wong dilantik menjadi provincial untuk Vice Provinsi St. Luis Versiglia-INA. Pelantikan dilaksanakkan di Kapel Post Novisiat, Wisma-Sunter oleh Pastor Klement, SDB
Komunitas Provinsialat secara resmi didirikan dengan rektornya adalah Pastor Noel Villafuerte.
INA Vice Province mengawali kehadiran karya Salesian di Labuan Bajo, tepatnya di Stasi Gerak, yang saat ini menjadi Paroki Santo Yohanes Bosco Gerak.
Karya di SMK Santo Yusup Pekerja – Kubu Raya dimulai oleh tigas Salesian: P. Yohanes Laba, P. Tarsisius Trianto, dan P. Adie Prinanto.