Yosef si lelaki pemberi solusi

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan PraPaskah ke-2, 19 Maret 2019; Hari Raya Santo Yosef, Suami Santa Perawan Maria. 2Samuel 7,4-5a. 12-14a. 16; Roma 4,13. 16-18. 22; Matius 1,16. 18-21. 24a. Suara: Bernardinus sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef Si Lelaki Pemberi Solusi. Kisah sejarah keselamatan yang disampaikan oleh kitab suci memperlihatkan tokoh-tokoh besar yang punya pengaruh besar kepada kita. Tokoh sehebat Abraham, seperti yang disampaikan bacaan kedua dari Surat Paulus kepada jemaat di Roma, adalah bapak bagi banyak bangsa atas dasar imannya. Tokoh sekuat raja Daud, seperti yang disampaikan bacaan pertama dari kitab kedua Samuel, menduduki takhta pemerintahan yang disediakan Allah untuk diwariskan turun-temurun supaya mewujudkan kehendak Allah akan datangnya Mesias.

Tetapi pada masa kejayaan mereka kedatangan Mesias itu masih sebatas janji dan pernubuatan para nabi. Pemahaman orang pada umumnya tentang profil Mesias ialah seorang pejuang, petarung, pembebas, dan penguasa umat manusia. Periode berganti periode dan tokoh berganti tokoh, diskusi tentang sosok Mesias sepertinya membenturkan kehendak Tuhan dengan pemahaman dan keyakinan manusia yang serba terbatas. Hal ini berlangsung terus sampai waktu-nya Tuhan tepat untuk menandakan datangnya Mesias sesungguhnya, yaitu diawali dengan peristiwa kabar suka cita dari surga kepada seorang perawan bersahaja yang bernama Maria dari Nazareth. 

Mesias itu harus melepaskan semua keistimewaan yang menurut anggapan umum seluruhnya berciri supernatural. Masalah yang paling sensitif dan dapat menjadi skandal publik ialah perawan itu mengandung Putera Allah yang menjadi manusia, yang harus menjadi Mesias. Siapa yang bisa menjadi solusi, sebagai antisipasi tersebarnya skandal maha besar, sehingga anak ajaib yang lahir nanti dinyatakan punya orang tua biologis? Tanpa memberi ruang bagi orang-orang untuk berpolemik atau mempersoalkannya, Tuhan Allah sudah punya jawaban, yaitu seorang lelaki keturunan Daud yang tinggal di Nazareth. Dia itu adalah Yosef, si tukang kayu, dijadikan suami Maria.

Seorang yang sangat bersahaja, tulus, dan suci hatinya, Yosef dijadikan oleh Allah solusi bagi rencana keselamatan tentang datangnya sang Mesias, Yesus Kristus. Dengan demikian, keluarga Nazareth ini lengkap sebagai solusi yang ciri khasnya ialah kesahajaan, ketulusan, kerendahan hati, kerelaan, dan kesucian hati mereka. Perawan Maria menonjol karena sama sederhana dan tulus seperti suaminya. Mereka bersatu dengan juru selamat Yesus Kristus yang menampilkan kebersamaan dan persekutuan sebagai solusi dari Allah bagi persoalan-persoalan yang menimpah pribadi, keluarga, Gereja, dan masyarakat kita. Hidup bersahaja dan yang tulus menjadi solusi atas gaya materialisme dan kepalsuan. Persekutuan sebagai keluarga dan komunitas beriman menjadi solusi atas ancaman perpecahan dan disintegrasi. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus Kristus, jadikanlah hati kami tulus dan suci seperti Santo Yosef supaya kami dapat melayani Diaku dan sesama kami dengan lebib baik lagi. Kemuliaan… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *