Warga negara yang jujur dan orang Katolik yang baik

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan biasa ke-19, 17 Agustus 2019; Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia. Sirakh 10, 1-8; 1Petrus 2, 13-17; Matius 22, 15-21. Suara: frater David sdb (bacaan) dan pastor Advent sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari raya 17 Agustus, hari kemerdekaan RI ini ialah: Warta Negara Yang Jujur dan Orang Katolik Yang Baik. Setiap datang ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, perasaan bangga dobel. Rasa sebagai bangsa yang merdeka sangat kuat. Berikut, perayaan kemerdekaan ini dilakukan secara nasional dalam bentuk upacara bendera dan perayaan iman dengan liturgi hari raya. Jadi ada perayaan sebagai bangsa dan sebagai orang-orang beriman.

Bagi kita di dalam Gereja Katolik, hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah rahmat yang sangat indah. Kita memiliki prinsip yang satu di dalam Gereja Katolik, bahwa setiap pengikut Kristus wajib menjalani hidup di dunia ini dengan cara sebagai warga negara yang jujur dan orang Katolik yang baik. Hal ini cocok dengan makna perayaan ulang tahun Republik Indonesia, yang secara ritual membawa kita kepada perayaan sebagai warga bangsa ini dan sebagai anggota Gereja Katolik yang merayakannya secara liturgis.

Simbolisasi ritual tersebut dapat kita tempatkan sejajar dengan pesan Injil hari ini yang juga memakai simbolisasi kewajiban warga negara untuk memberikan yang pantas dari dirinya. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan berikanlah kepada Tuhan apa yang menjadi milik Tuhan.” Ini terkesan bahwa kita membuat pemisahan yang tajam, namun makna lebih utama di sini ialah bahwa Tuhan berkehendak untuk menentukan arah hidup kita, termasuk bangsa di mana kita hidup dan bekerja.

Makna penentuan kita sebagai sebuah bangsa sangat fundamental bagi Indonesia, terutama menyangkut definisi kebangsaan kita. Keberadaan dan hidup sebagai bangsa Indonesia memang tak bisa ada kalau tidak ada Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.  Kita diciptakan dan ditentukan sebagai satu bangsa Indonesia, dengan karunia indah empat pilar tersebut. Supaya empat pilar tersebut dapat menjadi pedoman kita berbangsa, pemerintahan kita haruslah teguh, kokoh dan berkarakter baik sebagai orang-orang berbudaya Indonesia.

Makna penentuan arah hidup kita dari Tuhan telah terungkapkan melalui kemerdekaan sebagai anak-anak Allah. Setiap anggota Gereja Katolik yang baik mengalami hidupnya yang telah dibebaskan oleh Tuhan Yesus Kritus. Ia hidup di dalam terang Roh Kudus yang diutus oleh Tuhan yang bangkit. Maka hidupnya di dalam negara-bangsanya, ialah sebagai pribadi yang bersemangatkan kebangkitan. Seorang yang hidup dalam semangat kebangkitan ialah dia yang melangkah dengan kaki pada tanah dan memandang penuh optimisme akan keselamatan seluruh hidupnya di dalam Tuhan dan kerajaan-Nya.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan, semoga kami dapat mewujudkan kehidupan kami sebagai anak-anak-Mu yang merdeka. Kemuliaan kepada Bapa… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *