Utusan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan PraPaskah ke-2, 22 Maret 2019. Kejadian 37,3-4. 12-13a. 17b-28; Matius 21,33-43. 45-46. Suara: Minggus sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Utusan. Istilah “utusan” melekat dengan Tuhan Allah yang bekerja menciptakan segala sesuatu. Setelah manusia pertama diciptakan, mereka diutus dan ditempatkan di dalam dunia sekaligus diberikan sejumlah tanggung jawab. Pengutusan terus dilakukan kepada figur-figur terpilih antara lain Nuh, Abraham, Yakub, Musa, Yohanes Pembaptis, dan tentu saja yang terbesar ialah Yesus Kristus, yang dilengkapi dengan tugas yang harus mereka lakukan. Para utusan diminta tanggung jawabnya kepada Tuhan.

Lawan perutusan ini ialah agenda jahat dan negatif yang mengutus orang-orang pilihannya untuk menjalankan rencana perusakan atau pembinasahan. Jika Tuhan mengutus para malaikat-Nya, Gereja mengutus para misionarisnya, negara mengutus pada duta besar atau konsulnya, komunitas atau perusahaan mengutus manager atau wakilnya; setiap upaya kejahatan juga mengutus wakil-wakilnya. Seorang bos pengedaran narkotik misalnya, mengutus anak buahnya untuk memperdagangkan barang-barang narkoba, sangat matang dalam rencana dan sistem perdangangan itu. Ia pasti orang hebat dan sangat ditakuti.

Pengetahuan umum kita mengatakan bahwa kalau Tuhan itu maha kuasa dalam mengutus para utusannya, penguasa kejahatan juga bersaing untuk mengutus orang-orangnya yang terbaik. Jika ada Malaikat Mikhael yang bertugas untuk berperang melawan Setan, ada juga malaikat Setan terhebat untuk mengimbangi Sang Mikhael tentara yang agung itu. Artinya bahwa, tiap kali Setan dan utusannya selalu menemukan cela kelemahan yang ada pada para utusan Tuhan untuk memperdayainya dan akhirnya menguasainya. Bacaan-bacaan kita pada hari ini menggambarkan keadaan sempurna para utusan, yaitu mereka adalah pilihan terpercaya pimpinan, penguasa, bapa dan Tuhan Allah. 

Yusuf, si anak terkasih Bapa Yakub diutus ke tengah para saudaranya yang memang sangat memusuhi Yusuf karena iri hati mereka. Para utusan tuan kebun anggur juga mengutus anak buahnya, orang-orang kepercayaan, bahkan anak kandung ahli warisnya. Semua utusan itu adalah terbaik dan terpercaya, namun kuasa Setan dan kejahatannya juga berupaya mengganggu dan menguasainya. Keadaan ini sebenarnya menggambarkan kehidupan kita yang nyata, yaitu bahwa kita semua bersama dengan guru kita Yesus Kristus adalah utusan Bapa di surga, dengan tujuan yang sama yaitu terwujudnya keselamatan.

Yesus adalah korban nyata utusan terbaik Bapa untuk Misi keselamatan itu. Anda dan saya juga adalah utusan-utusan yang terpilih dan terpercaya karena kita memilih untuk bersama Kristus. Jadi prinsipnya kita tetap menjalankan perutusan dari Bapa tetapi kita siap untuk segala resiko apa yang datang menghadang dan mengancam hidup kita. Setiap keputusan ada resikonya. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama … Ya Yesus, perkuatkanlah kami dengan kuasa-Mu supaya dapat menjadi utusan-Mu yang terbaik. Salam Maria… Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *