TUHAN BENAR-BENAR MENGUTUS AKU KEPADAMU

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan biasa ke-17, 4 Agustus 2018; Peringatan Santo Yohanes Maria Vianey, Imam.

Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Benar-Benar Mengutus Aku Kepadamu. Yohanes Maria Vianey adalah seorang santo yang mempertemukan dua kutub kualitas pribadi manusia, yaitu kerapuhan dan kebijaksanaan. Selama proses pembinaan dan sampai menjadi seorang iman, ia dikenal sangat rapuh karena kemampuan intelektualnya sangat rendah. Akibatnya ia bukan hanya diberikan pekerjaan seadanya dan sederhana, tetapi juga secara alamiah tidak diperhitungkan atau diharapkan untuk berbuat banyak bagi orang lain.

Tetapi karena Tuhan hendak mengangkat orang-orang kecil, Yohanes mendapat berkat dan diangkat setinggi-tingginya. Di paroki terpencil tempat ia abdikan hidupnya, ia tumbuh dalam kebijaksanaan dan kasih karunia Allah. Orang-orang datang dari seluruh penjuru Prancis dan dunia untuk mencarinya supaya dilayani pengakuan dosa, diberikan nasihat, didoakan, dan diberkati. Ini adalah kutub kekuatan dan kebijaksanaan di dalam diri Yohanes. Ia menjadi pribadi yang diutus ke tengah orang-orang dengan segala kelemahannya, ia juga diutus oleh Tuhan ke tengah umat Allah sebagai pribadi yang memiliki kebijaksanaan. Bagi Gereja kita, Santo dari desa L’Arch Prancis ini adalah pelindung para imam, khususnya pastor paroki.

Janji perkawinan suami-isteri untuk sehidup semati sebagai pribadi-pribadi yang beriman sebenarnya mengandung makna penting di dalamnya, bahwa masing-masing diutus Tuhan bagi yang lain. Kaul-kaul kebiaraan dan janji imamat juga mencatat maknanya yang mendalam bahwa seseorang itu benar-benar diutus Tuhan bagi banyak orang lain yang dilayaninya. Perutusan ini punya nilai yang sama dengan yang dialami Yeremia yang diutus Tuhan kepada umat Israel, dan Yohanes Pembaptis kepada raja Herodes.

Setiap tugas perutusan itu tidak hanya berisi kualitas pribadi kita masing-masing, kelemahan dan kelebihan kita seperti yang diuraikan pada diri Santo Yohanes Maria Vianey. Bagian dari perutusan yang juga sangat penting ialah resiko-resiko yang dihadapi oleh setiap utusan. Yesus Kristus mengajarkan kita bahwa, resiko berat seperti penolakan, fitnah, penganiayaan dan pembunuhan merupakan piala yang pantas untuk kita minum, karena harga dari mengikuti Dia. Para utusan yang membawa nama Kristus akan mengalami resiko seperti Yeremia dan Yohanes Pembaptis. Yesus senantiasa setia dengan janji-Nya bahwa Roh Kudus akan berbicara di dalam diri kita, dan menyertai kita di dalam segala situasi.

Janji ini bukan obralan kata-kata dan harapan kosong. Gereja kita yang berdiri dan hidup sampai saat ini membuktikan diri kalau janji itu sungguh sebagai kebenaran, karena para utusan Kristus rela dan bahagia menjadi saksi Kristus.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah, semoga kami tetap setia sebagai utusan-utusan-Mu dalam jalan Yesus Kristus. Salam Maria… Dalam…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *