Semoga mereka menjadi satu

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Kamis pekan Paskah ke-7, 6 Juni 2019. Kisah Para Rasul 22, 30. 23, 6-11; Yohanes 17, 20-26. Suara: Marsel sdb (Injil) dan Aleks sdb (Renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Semoga Mereka Menjadi Satu.  Kalimat ini datang dari Yesus sendiri, yaitu ketika Ia berdoa bagi para rasul, murid-murid dan kita semua pengikut-Nya, pada waktu perjamuan malam terkahir. Isi doa seperti ini kemudian untuk seterusnya menginsprasi doa-doa kita untuk intensi persekutuan dan persatuan.

Persekutan ini adalah hakekat mendasar sifat Allah, yaitu Tritunggal. Lalu Yesus mendokan supaya semua pengikut-Nya akhirnya sampai pada tujuan persekutan ini. Namun ada satu pertanyaan sederhana ini: mengapa Yesus tidak ungkapkan: Mereka harus bersatu, tapi sebaliknya Ia katakan: semoga mereka bersatu? 

Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan pada setiap manusia untuk memilih persatuan atau perpecahan dan tercerai-berai. Ini sama dengan kebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan. Di dunia ini arena bermain dan berjuang akan menentukan apakah setiap orang benar-benar mengikuti Tuhan atau sebaliknya memilih jalan lain. Setiap manusia dikaruniai kebebasan dan kepandaian untuk memilih jalan kepada keselamatan.

Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan merupakan unsur yang selalu penting dalam ziarah iman kita di dunia. Doa Yesus semoga kita bersatu di dunia merupakan dorongan supaya kita menyiapkan suatu persekutan yang kuat dan bermartabat sebagai putera dan puteri Allah. Persiapan ini bagaikan meningkatkan selera supaya kita merindukan persatuan abadi di surga. Jangan pernah abaikan, permainkan atau remehkan apa pun jenis persekutuan anak-anak Allah di dunia dan cukup saja berpikir bahwa nanti saja bersatu di surga. Tuhan tak mengijinkan cara seperti ini.

Alasan berikutnya sebagai yang paling tinggi dan terakhir ialah bahwa Allah itu esa dan tempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sana kita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulap atau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak ada proses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga. Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”. 

Dalam segala usaha untuk itu, kita manusia menaruh harapan semoga dapat mencapainya. Tuhan tidak ingin menghilangkan unsur pengharapan pada manusia dengan memakai kata harus. Harapan sangatlah penting bagi kita manusia. Semua doa kita jelas memakai kata “semoga” atau “kiranya” dan “akan” atau “nantinya”, karena itu sebagai tanda nyata pengharapan kita. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah maha kuasa, persatuan di dalam Engkau merupakan harapan kami yang sangat utama, semoga Roh Kudus yang diutus Putera-Mu Yesus Kristus mempersatukan kami di dunia ini dalam segala bentuk dan situasi kami sebagai persiapan kami untuk menikmati persatuan abadi di surga. Salam Maria…Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *