Seluruh bangsa memuji Tuhan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan Paskah ke-4, 15 Mei 2019. Kisah Para Rasul 12, 24 – 13, 5a; Yohanes 12, 44-50. Suara: Varet sdb (bacaan Injil), dan Peter sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Seluruh Bangsa Memuji Tuhan. Kalimat ini ulangan mazmur tanggapan dalam liturgi pada hari ini. Kita bahwa kehadiran identitas Katolik di seluruh pelosok bumi membuat kita terkoneksi satu sama lain sebagai orang-orang Katolik. Salah satu cara untuk mengungkapkan semua bentuk rasa dan koneksi itu ialah bahwa seluruh bangsa di dunia memuji Tuhan.  

Kisah Para Rasul dalam bacaan pertama mengatakan bahwa firman Tuhan terus tersebar dan semakin menumbuhkan hidup Gereja. Pesan, kata-kata, informasi sampai di telinga dan hati orang-orang lebih cepat bahkan mengalahkan kendaraan apa pun yang berkecepatan tinggi. Sampai saat ini dengan adanya alat-alat teknologi informasi, cepatnya jangkauan firman Tuhan memang tak terbantahkan. Hasilnya, tidak hanya jauh lebih banyak orang, tetapi penting sekali setiap pribadi manusia menerima pesan-pesan Yesus Kristus.  Ini merupakan satu alasan seluruh bangsa memuji Tuhan.

Terwujudnya kenyataan bahwa firman Tuhan mencapai hati setiap manusia di seluruh dunia, sangat bergantung pada usaha-usaha para pembawa kabar gembira itu. Gereja Perdana menggambarkan ini misalnya dengan mengutus Barnabas dan Paulus untuk suatu perutusan lebih luas dan melebar melampaui batas wilayah yang sudah dipatokkan. Kita berterima kasih atas inisiatif Gereja, tentu saja atas karya Roh Kudus, yang selalu bersemangat dalam perutusan dan evangelisasi. 

Para pekerjanya tidak hanya para imam, biarawan dan biarawati yang telah memenuhi sejarah pertumbuhan Gereja di seluruh dunia. Saat ini justeru banyak sekali orang beriman awam yang bergiat sungguh-sungguh menjadi misionaris di setiap tempat hidup dan kerja mereka. Kesaksian mereka sungguh-sungguh kuat dan membumi karena mereka bersentuhan langsung dengan suasana kehidupan nyata dan orang lain yang ada bersama dengan mereka setiap saat. Ini juga sebagai alasan penting seluruh bangsa memuji Tuhan.

Yesus sendiri berkata bahwa terang sungguh sudah ada di dalam dunia. Karena Ia sendiri adalah terang itu, kegelapan pun hilang. Bagaimana mungkin para pengikut-Nya justeru tidak menikmati terang itu? Mereka mestinya yang pertama mengalaminya, lalu menjadi terang itu sendiri dan pada gilirannya menerangi juga dunia ini. Bentuk paling konkret kehadiran terang itu ialah Firman Tuhan Yesus Kristus yang Ia dapatkan langsung dari Bapa di surga.  Jadi, bertekun dalam Firman Tuhan seperti kata slogan La Porta ini merupakan cara kita menerangi dunia ini. Ini juga menjadi alasan mengapa kita harus memuji Tuhan.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk menjadi terang bagi dunia ini melalui firman-Mu yang kami tekuni tiap hari. Dengan demikian kami selalu bersemangat untuk memuji Tuhan. Kemuliaan kepada Bapa… Dalam nama Bapa.

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *