Roti hidup mendorong untuk berjalan maju

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Paskah ke-3, 11 Mei 2019. Kisah Para Rasul 9, 31-42; Yohanes 6, 60-69. Suara: Yella-OMK (bacaan) dan Ambros sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Roti Hidup Mendorong Untuk Berjalan Maju. Kuda seorang romo hanya dapat makan di tempat perhentian tertentu, karena di sana ada makanan dan minuman tersedia baginya. Romo, ketika kunjungan pastoral ke pegunungan, duduk di punggung kuda bersama juga sejumlah barang lain dalam beberapa karung. 

Kuda sebagai teman perjalanan romo. Meski capek dan lapar, ia tak tergoda untuk berhenti dan mencari makan atau minuman. Jatah makan dan minumnya ada di kampung, tempat yang sudah dikenalinya. Makanan dan minuman itulah yang memotivasi kuda untuk berjalan terus dalam arah yang sama dan tak mungkin ia berganti haluan. Kuda tak peduli beban yang dibawa dan keletihan. Ia hanya tahu bahwa nanti pas berhenti ada makanan yang tersedia baginya.

Roti hidup Yesus Kristus membuat kita di dalam Gereja berjalan terus ke tujuan yang sudah pasti menurut Tuhan sendiri. Seperti makanan yang memotivasi kuda berjalan terus, kita juga terdorong bahkan terdesak untuk berjalan terus dan berbuat seperti sang Guru kita, Yesus Kristus. Dia menjadikan diri-Nya makanan kita.

Mengajarkan dan memasukkan anggota baru ke dalam Gereja, pertobatan dan pembaharuan diri, penyembuhan seperti yang dilakukan oleh Petrus dalam bacaan hari ini, dan membangun komunitas, semua ini menjelaskan bagaimana kita sebagai Gereja dan anggotanya bergerak maju untuk mewujudkan pekerjaan-pekerjaan Yesus Kristus. Gereja mesti bergerak dan berjalan maju. 

Roti hidup Yesus Kristus sepantasnya mendorong, mendesak bahkan menuntut dengan tegas. Makan Tubuh dan minum Darah Yesus Kristus sama dengan memakai diri Yesus Kristus ke dalam diri kita masing-masing sehingga Roh-Nya menguasai kita. Resikonya ialah kita harus menjalankan kehendak-Nya. 

Banyak orang dengan kebebasan, tanggung jawab dan optimisme menerima reskio itu dengan suka cita. Maka Gereja Perdana berkembang cepat dalam jumlah dan rasa nyaman dirasakan oleh semua. Gereja ini berjalan terus sampai menjadi Gereja saat ini. Gereja saat ini juga mengikuti jalan Yesus Kristus dan terus berjalan maju. 

Namun ada yang terpaksa memutuskan untuk menolak, mengambil jalan lain atau berbalik. Ada sebagian anggota Gereja saat ini menolak ajaran Kristus dan Gereja-Nya yang terlalu keras dan menuntut, karena semangat hidup mereka sudah berseberangan sendiri. Semoga Anda tidak termasuk dalam kelompok ini.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Tuhan dan Allah kami, pujian dan terima kasih karena Yesus Puteramu sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Semoga kami senatiasa setia kepada-Nya sekarang dan sampai selama-lamanya. Bapa kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *