Roti hidup gaya nona manis

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Kamis pekan Paskah ke-3, 9 Mei 2019. Kisah Para Rasul 8, 36-40; Yohanes 6, 44-51. Suara: Aleks sdb (renungan) dan Yella (bacaan)

Tema renungan kita hari ini ialah: Roti Hidup Gaya Nona Manis. Ajaran tentang Yesus sebagai Roti Hidup diungkapkan secara istimewa dalam Injil Yohanes. Pembahasannya dalam porsi yang banyak dan juga bernilai teologis yang mendalam. Intinya, Yesus Kristus sebagai penjamin keselamatan dan kebaikan hidup kita baik pada saat masih di dunia maupun dalam hidup di akhirat nanti.

Ada seorang gadis remaja berwajah manis di kampung yang berjualan roti dari gang ke gang. Suaranya kedengaran sangat familiar ketika menyebut: “Rotiiii maniiiiss”, karena ia lakukan itu tiap hari. Ia menjual roti manis tiap hari sebagai satu-satunya usaha ibunya yang sudah janda supaya, bersama dengan dua adiknya, mereka bisa menyambung hidup. 

Biasanya jualan itu laris, tidak hanya karena orang-orang suka akan roti manis, tetapi juga mereka simpati dengan gadis itu yang lazim dipanggil “Nona” meskipun itu bukan nama aslinya. Roti manis yang dijual gadis berwajah manis itu sejatinya untuk menghidupkan keluarganya. 

Di dalam “roti hidup” Yesus Kristus, kemanisannya amat luar biasa. Roti nona manis tadi akan hilang dan habis suatu ketika karena sebagai barang di bumi ini. Tetapi roti hidup dari Yesus Kristus tak akan habis dan kemanisannya merupakan semua rahmat kekuatannya yang memberikan kehidupan bagi setiap manusia baik saat ini maupun yang akan datang.

Filipus, seorang murid Yesus dan diakon yang tulen telah makan langsung Roti Hidup Yesus Kritsus, yang pada Injil hari ini berkata: Aku adalah roti hidup yang telah turun dari surga; barang siapa makan roti ini akan hidup selama-lamanya.” Ia hidup dengan roti itu, sampai ketika ia berjumpa dengan sida-sida dari Ethiopia, menjelaskan isi kitab suci kepadanya dan membaptisnya. 

Filipus bergerak dari Yesus Kristus menuju jalan-jalan, pinggiran, dan pelosok kehidupan dengan membawa rahmat roti hidup Yesus Kristus. Ia bersama dengan para rasul, murid-murid, pengikuti Kristus lainnya, dan termasuk Anda dan saya. Sida-sida Ethiopia itu bergerak dari pinggiran atau pelosok untuk mendapatkan roti hidup, yaitu Yesus Kristus sendiri. 

Banyak orang lain, mungkin di sekitar Anda sedang bergerak juga menuju ke pusat, yaitu Yesus Kristus. Sangatlah indah jika ketika sedang menuju kepada Yesus, mereka menjumpai Yesus Kristus dalam diri Anda dan saya. Mereka tak perlu lagi mencari bentuk dan macam roti yang lain, selain Roti Hidup Yesus Kristus sendiri.

Marilah kita berdoa bersama. Dalam nama Bapa… Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami roti-roti yang manis dan membawa nikmat, yaitu diri-Mu sendiri yang kami bawa ke mana saja kami pergi, sehingga sesama kami dapat datang kepada-Mu, melalui diri kami. Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *