Roh Kudus Yang Katolik

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu Paskah ke-6, 26 Mei 2019. Kisah Para Rasul 15, 1-2. 22-29; Wahyu 21, 10-14. 22-23; Yohanes 14, 23-29. Suara: frater Andi Wujon sdb (bac 1), bruder Bojes sdb (bac 2), diakon Marsel sdb (bac Injil), dan pastor Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah ke-6 ini ialah: Roh Kudus Yang Katolik. Kita perlu membuat sebuah klarifikasi atas istilah atau nama “Katolik” yang kita pakai di sini. Istilah “Katolik” di sini tidak untuk membandingkan agama Katolik-Roma dengan Paus sebagai kepalanya dengan denominasi Kristen lainnya dalam Reformasi Protestant. Istilah “Katolik” di sini menunjuk pada semua dan segenap orang Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus.

Jika Kristus sebagai alasan dasar kita semua sebagai “Katolik”, maka secara logis Roh Kudus juga adalah Katolik, karena Yesus sendiri mengutus Roh-Nya itu kepada kita. Zaman kehidupan di dunia ini setelah Kanaikan Tuhan ke Surga disebut Zaman Roh Kudus. Pekerjaan Roh Kudus adalah kelanjutan pekerjaan Yesus Kristus, yang intinnya ialah membaharui seluruh muka bumi dan menjadikan semuanya sebagai ciptaan Tuhan yang beriman kepada Allah.

Pertanyaannya ialah: bagaimana kita dapat memahami bahwa Roh Kudus membuat segala sesuatu menjadi milik Allah, sehingga sungguh-sungguh Katolik? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu berangkat dari Injil pada hari ini, yang mengatakan bahwa Roh Kudus yang diutus oleh Yesus memiliki peran untuk mengingatkan kita tentang segala sesuatu yang telah Yesus ajarkan dan katakan. Peran dan tugas untuk mengajarkan segala sesuatu itu merupakan unsur hakiki sebuah universalitas atau kekatolikan. Roh Kudus bekerja total dan sampai mencapai hasil yang tuntas. Kepenuhan hidup kita menjadi buah pekerjaan Roh Kudus.

Gereja perdana di Yerusalem dan sejumlah kota di sekitarnya menyadari bahwa atas bimbingan Roh Kudus, Gereja itu sungguh menjadi Katolik. Sifat Katolik yang universal itu menjadi pesan Konsili Yerusalem yang sangat penting, dengan amanatnya ialah semua bangsa apa pun budaya dan latar belakangnya dapat menjadi murid-murid Tuhan dan masuk ke dalam Gereja. Kekatolikan mencakup semua orang dari segala kultur, suku, bahasa, ras, agama, tempat dan wilayah. Dalam waktu yang tidak lama, berkat kerja keras Paulus dan Barnabas serta sejumlah pemuka Gereja terpilih, wajah Gereja Katolik menjadi nyata di dalam dunia dan hati semua orang.

Sebagai Roh ilahi atau Roh Allah sendiri, peran Roh Kudus adalah menguduskan dunia ini dan seluruh isinya. Pengelihatan Yohanes di dalam wahyu menunjukkan bahwa kepenuhan rahmat Allah, atau kekudusan bagi semua, adalah seperti sebuah kota yang kudus, Yerusalem, diturunkan dari surga dan dan didirikan di atas bumi ini. Kita adalah orang-orang Katolik, maka kita perlu selalu berada dalam terang Roh Kudus dan selalu memancarkan terang itu.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga Roh-Mu selalu menjadi terang dan kekuatan untuk membaharui seluruh muka bumi, dan menjadikannya sebagai kota yang kudus bagi semua. Bapa kami… Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *