Rahasia seorang penolong

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin pekan Paskah ke-6, 27 Mei 2019. Kisah Para Rasul 16, 11-15; Yohanes 15, 26 – 16, 4a. Suara: Servas sdb (bacaan Injil) dan Minggus sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rahasia Seorang Penolong. Siapa pun di antara kita yang menjadi penolong bagi sesamanya, ia memiliki segala kebebasan untuk membantu, berbuat baik dan berkorban sesuai dengan kemampuannya. Bentuk pertolongan bisa besar, sedang atau kecil. Sering pertolongan itu tanpa harus diketahui pihak yang menerima dan juga orang-orang lain di sekitarnya. Pemberian dari seorang penolong dapat juga dipandang sebagai hadiah. Oleh karena itu rahasia pemberian itu ada di tangan si penolong.

Penolong yang baik adalah seperti seorang remaja bernama Berto. Di sekolahnya ia dikenal sebagai anak teladan karena ia suka menolong sesamanya. Ia tidak malu memungut sampah ulah teman-teman yang mengotori lantai dan halaman. Ia berbagi alat pelajaran dengan teman yang lupa membawanya. Ia berbagi air dan makanannya sendiri kepada teman yang tidak punya. Ia duduk menemani dan bercerita untuk teman yang sakit. Ia membantu siapa saja, tanpa rasa lelah.  

Seorang penolong seperti Berto memiliki motivasi, maksud, niat dan keyakinan yang menjadi miliknya, tak dimiliki orang lain. Seperti apa dan kualitasnya bagaimana pertolongan itu, sangat bergantung pada si penolong. Pihak yang ditolong tidak usah tergoda berimaginasi tentang wujud pertolongan itu. Lydia dalam bacaan pertama mempersembahkan pertolongan penginapan kepada Paulus dan rombongannya. Itu adalah rahasia si penolong, Lydia. Paulus dan Silas tak perlu repot mengetahui semua isi rencana si penolong.

Ini yang maksudkan dengan rahasia seorang penolong. Apakah kita pernah tahu rahasia kehendak Tuhan yang menolong kita? Tak pernah. Roh Kudus diutus Yesus Kristus yang keluar dari Bapa untuk kita, juga berkehendak dengan rahasianya. Yesus hanya membuka kartu dengan berkata bahwa utusan itu adalah Penasihat dan Pembela. Biarkan saja itu urusan Allah untuk menolong. Kita tidak punya wewenang untuk memaksakan keinginan kita kepada Roh Kudus. Yang jelas yang akan diperbuatkan bagi kita adalah kebaikan dan keselamatan kita.

Siapapun dari kita yang mempunyai niat, kehendak, rencana dan hakikat hidup untuk menolong, yakinlah, rahasia paling mendasar ialah berbuat yang pantas, positif, sehat dan dengan tujuan untuk membawa kebaikan dan keselamatan bagi yang ditolong. Jangan pernah menolong sesama dengan cara dan tujuan jahat. Itu bukan menolong, tetapi menodong tindakan pemaksaan kehendak yang bakal menjerumuskan pihak yang ditolong ke dalam kesulitan dan derita.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk meneladani diri-Mu dalam menolong sesama, dan semoga kami terbuka dengan semua ajaran Roh Kudus-Mu. Semoga kami juga meneladani Bunda-Mu Perawan Maria yang juga seorang penolong yang unggul. Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *