Perutusan Paskah

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu Oktaf Paskah, 27 April 2019. Kisah Para Rasul 4, 13-21; Markus 16, 9-15. Suara: Pras sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perutusan Paskah. Setiap kali selesai Misa Kudus yakni setelah berkat dan lagu penutup, suami-isteri lansia itu selalu berselisi pendapat. Isteri ingin berlama-lama di dalam gereja. Ia berlutut dan berdoa pribadi bisa sampai setengah jam. Suami sering tidak sabar. Pertengkaran terjadi begitu mereka bertemu di luar. Suami menegaskan: kita sudah menerima perutusan, kita harus menjalankannya di luar gereja. Waktu berdoanya sudah lewat, sekarang waktunya untuk bertemu sesama dan bekerja.

Perutusan Paskah merupakan kelanjutan dari semua rangkaian penampakan Yesus dan pengajaran-Nya kepada para rasul dan murid-murid-Nya. Pentingnya perutusan itu disebabkan oleh dua alasan utama. Pertama yaitu, ketika Yesus harus naik ke surga dan mereka mesti sudah dibiasakan dengan penyertaan Tuhan di dalam Roh-Nya. Yang kedua ialah, mereka diharapkan bersedia jiwa dan raga untuk menjalankan perutusan-perutusan dari Tuhan. Banyaknya perutusan itu terbagi dalam perutusan masing-masing pribadi para murid, dan perutusan bersama atau komunitas yang dinamakan Gereja Kristus.

Kita sedang menunjuk pada pertumbuhan iman Gereja perdana yang bergerak dari damai Paskah ke perutusan Paskah. Perutusan itu terungkap dalam perintah Yesus: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Petrus dan Yohanes selalu tampil sebagai sebuah tim yang mewakili perutusan komunitas. Mereka membawa nama Yesus Krsitus dan juga komunitas beriman, yaitu Gereja perdana. Di samping itu, setiap rasul dan murid lainnya memilih jalannya sendiri-sendiri sebagai pribadi dalam usaha menunaikan tugas perutusan tersebut.

Karena mereka sudah disiapkan dengan baik oleh Yesus sendiri, keberanian dan ketegasan iman mereka tumbuh menjadi kuat. Mereka dengan tegas berpihak kepada Yesus, yaitu kebenaran mutlak yang diyakininya, meski ditantang dengan amat keras oleh para pemuka agama Yahudi. Kesiapan dan kematangan imannya membuka pintu kepada kemartiran yang sudah dirintis oleh Yesus Kristus. Mereka, satu per satu, akan berhadapan dengan segala situasi entah mendukung, entah menolak, entah sangat keras melawan mereka. Intinya, mereka tidak mundur selangkah pun meski tugas perutusan itu sangat menantang hidupnya.

Perutusan Paskah berupa: pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk, merupakan perutusan yang diamanatkan kepada seluruh Gereja dan setiap anggotanya. Setiap pengikut Kristus saat ini melakukan perutusan itu atas nama Gereja dengan kepalanya Yesus Kristus. Secara formal, perutusan itu kita terima saat selesai ibadat dan Ekaristi. Pemimpin ibadah selalu mengatakan di akhir perayaan: Marilah pergi, kita diutus. Secara informal dan pribadi, tanggung jawab perutusan ada di pundak setiap pengikut Kristus yang diutus.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan Yesus, sertailah dan lindungilah kami dalam perutusan kami masing-masing. Kemuliaan… Dalam ….

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *