Pertobatan akar

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu PraPaskah ke-3, 24 Maret 2019. Keluaran 3,1-8a. 13-15; 1Korintus 10,1-6. 10-12; Lukas 13,1-9. Suara: frater Sevrin sdb (bac 1), frater Allen sdb (bac 2), diakon Igan sdb (bac Injil), dan pastor Peter sdb (renungan)

Renungan kita pada hari Minggu Ketiga PraPaska ini bertema: Pertobatan Akar. Istilah “pertobatan akar” ialah sebelah koin dari dosa akar. Akar menentukan sesuatu bertahan atau tidak. Akar menandakan sesuatu kuat atau lemah. Akar menjamin keberadaan, tak ada akar tak ada juga beradanya. Jadi sebuah pertobatan akar menunjuk pada selamat jalan dosa pokok. Seseorang yang meninggalkan dosa akar, ia melakukan pertobatan akar. Ini juga disebut sebagai pertobatan radikal, seperti yang dialami oleh Santo Paulus, Maria Magdalena, Rasul Petrus dan banyak orang lainnya.

Ada banyak indikasi tentang dosa akar dan pertobatan akar. Misalnya dosa akar adalah marah yang merupakan salah satu dari tujuh dosa pokok. Ketika seseorang menghilangkan sikap marahnya, entah kecil atau besar entah banyak atau sedikit entah ada sebab atau tidak ada sebab, dan ia berevolusi menjadi pribadi yang tidak marah lagi, itu yang dimaksudkan dengan meninggalkan dosa akar dan hidup di dalam sebuah semangat pertobatan akar.

Pada hari ini, kita berjumpa dengan Tuhan yang memberikan kita tantangan, yang menyinggung dosa akar kemalasan. Di dalam komposisi ke-7, kemalasan berada pada urutan ke-7. Dosa kemalasan di sini memberikan kita peringatan akan dua tingkat dosa yang saling mengandaikan. Tingkat yang diatasnya ialah kemalasan dalam memberikan kesaksian yang benar tentang iman dan panggilan kita yang diberikan oleh Tuhan. 

Tetapi kemalasan dalam berbagi tersebut disebabkan oleh dosa akarnya yaitu manusia yang tidak bisa menghasilkan atau membuahkan apa yang menjadi tanggung jawab dan panggilannya. Bagaimana orang bisa berbagi dan membawa sesamanya kepada kebaikan dan kebenaran, jika ia memang bukan seorang yang baik dan benar! Yesus sangat mengecam para lawannya, karena mereka tidak bisa berbuah dalam kebaikan dan kebenaran, dan tentu saja tidak bisa berbagi kekayaan rohani itu kepada orang lain. Justru yang mereka bagikan ialah kebusukan dan kejahatan. Dosa akarnya ialah karena manusia tidak berbuah.

Untuk membuat sebuah pertobatan akar atas tidak berbuahnya atau tidak bisa menghasilkan yang benar dan baik, yang sangat diperlukan ialah agar kita terbakar oleh kuasa dan kasih Tuhan. Roh-Nya perlu membakar kita. Selain itu Santo Paulus menegaskan bahwa dosa kemalasan masa lalu harus ditinggalkan, jika kita memang berniat kuat untuk berproduktif dan berdaya guna. Pertobatan akar ini menuntut kita untuk memperkuat semua potensi kita untuk berbuah banyak dan berkualitas sebagai pengikut Kristus, sebelum kita bergiat untuk berbagi dan bersosial. Kita hanya dapat berbagi secara tulus dan adil jika kita memang memiliki kekayaan rahmat dan kasih karunia yang penuh.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Allah, semoga perayaan hari Minggu ini menguatkan semangat kami untuk bertobat sesungguhnya. Bapa kami… Dalam…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *