PERINTAH UNTUK KONSUMSI

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan biasa ke-19; 14 Agustus 2018; peringatan Santo-martir Maksimilianus Maria Kolbe. Yeheskiel 2,8-3.4 dan Matius 18,1-5.10.12-14. Suara: Peter sdb

Renungan kita pada hari ini bertema: Perintah Untuk Konsumsi. Seorang biarawati baru setahun kaul kekal, mendapatkan penugasan baru sebagai pimpinan komunitas dengan anggotanya 30 orang. Ia bersedia dan penuh kerelaan atas tanggung jawab baru itu. Setelah satu tahun berkerja, ada perubahan mencolok dalam dirinya yang membuat orang-orang bertanya-bertanya baik anggota komunitas maupun orang-orang luar termasuk anggota keluarganya. Pada waktu menjelang kaul kekal, ada satu dua biji rambutnya terlihat memutih. Namun setelah satu tahun itu hampir semua rambutnya beruban, paling kurang itu terlihat dari bagian kepala yang tidak ditutupi kerudung.

Menjawab orang-orang yang bertanya, Suster kepala itu memiliki satu jawaban yang sakti sehingga mereka tidak bisa melanjutkan bertanya. Ia selalu berkata: “Hidup saya dikonsumsi oleh pasangan hidupku, yaitu Yesus Kristus. Ia memerintah saya supaya saya memakan diri-Nya, karena Ia sendiri telah memakan diriku.” Orang-orang tidak mengerti pernyataan ini dan mereka lelah untuk mengorek-ngorek karena mereka tahu penjelasannya pasti rumit. Karena jika ia hanya mengatakan bahwa karena masalah pekerjaan atau banyak sekali yang dipikirkan yang akhirnya menjadi stress, ia malahan nanti menjadi objek ejekan dan tertawaan.

Kalau kita mengikuti Kristus dengan sungguh-sungguh, itu berarti Yesus Kristus menjelmah di dalam diri kita. Dia memakan diri kita sehingga yang ada di dalam diri kita adalah bukan diri kita, tetapi diri Yesus Kristus. Itu adalah pengalaman Bunda Maria, Santo Paulus dan para kudus lainnya. Sebagai jawaban atas kuasa Tuhan untuk memakan diri kita, kita juga berbalik memakan diri Tuhan. Artinya kita mengkonsumsi firman-Nya, perintah-perintah-Nya, dan kehendak-Nya. Ekaristi yang merupakan pribadi Tuhan itu kita konsumsi melalui Misa yang kita hadiri secara rutin. Betapa indahnya mengkonsumsi Tuhan sendiri, dan menurut nubuat nabi Yeheskiel, memakan firman Tuhan dalam bentuk gulungan kitab suci sungguh sangat manis rasanya. Tubuh Kristus di dalam Ekaristi yang kita santap, secara fisik tidak memberikan rasa apa-apa, tetapi buah-buahnya sungguh manis dan enak di dalam pertumbuhan iman kita setiap hari.

Perintah Yesus supaya kita menjadi seperti anak kecil dalam menghayati iman kita, hendaknya kita memakan firman ini supaya kita sungguh menghidupi semangat kerendahan hati melalui pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama dengan segenap hati. Jika kita tidak dapat memakan firman ini, kita hanya bisa mengulangi dan mengagumi kata-kata tetapi tidak menerimanya sebagai energi yang membarui hidup kita. Kata-kata itu memang kita ucapkan tetapi hanya sebagai hiasan bibir alias omong kosong saja. Maka sebaiknya kita memakannya.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus, bersabdalah dan bukalah diri kami untuk menerima dan mengerti firma-Mu. Bapa kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *