Pembenaran kita dari Tuhan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan Paskah ke-7, 7 Juni 2019. Kisah Para Rasul 25, 13-21; Yohanes 21, 15-19. Voice: Bojes sdb (bacaan Injil) dan Pras sdb (renungan)  

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Pembenaran kita dari Tuhan bermakna suatu tindakan Tuhan yang membenarkan dan memperkuatkan martabat kita sebagai putera dan puteri-Nya, yang berarti memisahkan kita dari kuasa jahat dan duniawi yang ingin menjauhkan kita daripada-Nya.

Contoh paling nyata ialah pengadilan Paulus di hadapan penguasa duniawi atas dasar iman dan keyakinan yang ia anut dan ajarkan. Yesus Kristus mengalami yang sama ketika Ia dihadapkan ke Pilatus. Di situ terlihat pembenaran dari Tuhan sangat nyata, terungkap baik melalui perkataan maupun tindakan sehingga di satu pihak berdiri tegak kebenaran dari Allah berhadapan dengan kebenaran dari dunia ini. Klimaksnya jelas, kebenaran dari Tuhan harus melepaskan diri dari dunia ini untuk kembali kepada pemiliknya, yaitu Tuhan sendiri. Hal ini dilakukan melalui sebuah kematian di dunia ini, supaya mendapatkan kehidupan di akhirat.

Pengadilan Paulus terkait evangelisasi yang dilakukan Gereja Perdana, sementara ada juga pengadilan yang dialami Petrus saat ia di”adili” secara khusus oleh Yesus sendiri. Istilah “diadili” oleh Yesus dimaksudkan untuk menempatkan seseorang pantas dan benar di hadapan Tuhan. Petrus diinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Petrus terkenal dengan bicara tanpa banyak pikir, maka sering keliru dan salah sasaran. Dengan pengadilan itu Petrus dapat sampai kepada komitmennya bersamaan dengan pengangkatannya untuk menjadi pemimpin Gereja.

Pembenaran melalui pengadilan, entah oleh instrumen penegakan hukum negara entah oleh Tuhan sendiri, harus patuh pada salah satu syaratnya yang fundamental ialah objektivitas. Nurani banyak orang, masyarakat dan pendapat umum yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan jika pembenaran itu hanya datang dari satu atau dua orang, yang jelas melawan nurani banyak orang, itu pasti melawan kebenaran. 

Oleh karena itu suara dan kehendak Tuhan didapatkan melalui pendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Di situ pembenaran atas sikap hidup dan penghayatan iman kita diberlakukan. Jadi kalau Anda mendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melalui seorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhan membenarkan kita di dunia ini melalui instrumen-instrumen yang sah, dan satu yang paling utama ialah Gereja.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan kami untuk dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat, sehingga kami boleh menikmati suatu pembenaran dari-Mu dan berusaha menghayatinya melalui tutur kata dan perbuatan di sepanjang hidup kami. Kemuliaan … Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *