Pelukan kasih

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan Jumat pekan PraPaskah ke-3, 29 Maret 2019. Hosea 14, 2-10; Markus 12, 28b-34. Suara: Yosef sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Pelukan Kasih. Suami-isteri ditanya dalam sebuah acara talk show yang ditayangkan televisi, bagaimana masing-masingnya mengungkapkan kata-kata cinta kepada pasangannya. Wajah keduanya nampak bingung. Mereka sepertinya tidak menemukan kata yang pas, sebagai tanda kasih di antara mereka. 

Pokoknya mereka bingung, karena yang biasa terungkap dari masing-masingnya ialah perkataan normal relasi mereka tiap-tiap hari. Misalnya isteri menelpon suami: “Kamu jam berapa bisa sampai di rumah?” atau menanyakan ketika suami berada di luar rumah seharian: “Sudah makan belum? Ingat makan obatnya ya”. Demikian juga suami ketika tiba dari kerja, menemui isterinya sedang sibuk kerja di dapur, ia menghampiri dan berkata: “Kamu baik-baik saja kan?” atau “Bagaimana dengan keadaan anak-anak?”

Karena dengan komunikasi yang normal dan hangat seperti itu, mereka hampir tidak terbersit dalam pikiran untuk mengungkapkan kata-kata seperti “Aku sayang kamu” atau “Kamu harum dan cantik sekali” atau ucapan-ucapan romantis lainnya. Suami kemudian menjawab bahwa ungkapan cinta di antara mereka tidak harus melalui kata-kata. Mereka justru lebih banyak berpelukan, bergandengan tangan, saling memberikan pujian, dan memberikan simbol atau hadiah-hadiah. Bagi mereka cinta kasih sungguh hidup dan menguatkan.

Suami-isteri merajut kasih, orang tua-anak-anak berbagi kasih, pasangan yang berpacaran menumbuhkan kasih mereka, para sahabat saling menguatkan dalam kasih, para biarawan/biarawati bersaksi dalam kasih, dan semua orang berkehendak baik menyebarkan dan mengembangkan sikap cinta kasih. Semua ini sangat jelas ikut membangun kehidupan bersama berada di dalam suatu pelukan kasih yang kuat dan nyata. 

Setiap orang berkata dan berbuat kasih, maka kehidupan bersama kita penuh dengan cinta kasih karena setiap orang mengalami kasih itu. Di dalam rumah, di sekolah, dalam pergaulan, di dalam Gereja dan di dalam masyarakat, kita dilingkupi oleh kasih. Kehidupan kita benar-benar berada di dalam pelukan kasih. Rasasnya ini sangat ideal, memang benar demikian. Tetapi ini tidak berarti kita belum pernah merasakannya. Tuhan Yesus sudah menetapkan itu, dengan memberikan kita hukum cinta yang utama yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Itu adalah kasih yang total, yang bukan hal yang sangat asing.

Kasih mengalahkan segala sesuatu, demikian kata Santo Paulus. Salah satu contohnya ialah ketika seseorang menyesali perbuatan dosanya dan bertobat, ia sekaligus mengasihi Tuhan yaitu dengan kembali ke jalan Tuhan, dan mengasihi sesama yaitu dengan tidak berbuat jahat atau curang lagi terhadap sesamanya.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Yesus, berkatilah dan ajarilah kami untuk selalu menyesali dosa-dosa kami dan bertobat. Salam Maria… Dalam nama…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *