Paus doakan orang muda Afrika

Media-media di Vatikan dan Italia mengabarkan pada hari Rabu 5 September tentang intensi doa Bapa Suci Fransiskus dalam bulan September, yang beliau sampaikan seperti biasanya melalui sebuah video yang disebut “Pope’s Worldwide, Prayer Network”. Untuk bulan September tahun 2018 ini Paus Fransiskus menaruh perhatiannya kepada “Orang-Orang Muda di Afrika. Zenit.org dan Vatican News menulis tentang apresiasi besar Paus kepada Afrika. Sri Paus mengatakan bahwa Afrika adalah sebuah benua yang kaya, dan dalam kekayaannya itu, sumber yang paling bernilai ialah orang mudanya. Jika memang kehidupan sosial dan masyarakatnya menghadirkan kesulitan-kesulitan bagi orang-orang muda, kiranya mereka dapat mengubah setiap kesulitan itu menjadi kesempatan. Dan menurut Paus Fransiskus, cara yang paling efektif untuk membantu orang-orang muda Afrika ialah dengan pendidikan.

Sebuah surat kabar nasional Italia yang berorientasi bisnis bernama: “IL SOLE 24 ORE”, melalui pemimpin redaksinya Guido Gentili, melakukan satu wawancara panjang dengan Bapa Suci, dan hasilnya dimuat dalam media-media Vatikan seperti Zenit.org, L’Oservatore Romano, dan Vatican News. Pada hari Jumat 7 September, media-media ini menulis tentang pandangan Paus mengenai kerja, pengangguran, pengungsi, perdamaian, dan ekonomi Eropa. Ketika menyinggung uang sebagai intstumen fundamental dalam berbisnis, menurut Bapa Suci, uang yang sesungguhnya adalah yang diperoleh dengan bekerja. Pekerjaan-lah yang membentuk martabat manusia, bukan uang. Di belakang setiap kegiatan dan pekerjaan ialah pribadi manusia. Oleh karena itu bisnis apa pun yang dilakukan harus menempatkan pribadi manusia dan keluarganya pada pusat perhatian mereka. Mereka tidak boleh menggantikan itu dengan keuntungan semata, yaitu sebanyak mungkin uang yang mereka kejar.

Puluhan ribu peziarah yang memadati Lapangan Santo Petrus-Vatikan pada hari Minggu 9 September mendapatkan siraman rohani yang menyejukkan dari Paus Fransiskus. Seperti biasanya dalam acara memimpin Angelus, menjelang tengah hari yang panas itu, Sri Paus merenungkan perikop Injil Markus (7,31-37), yaitu tentang penyembuhan seorang bisu dan tuli oleh Yesus Kristus. Menurut Bapa Suci, kesembuhan pada tubuh orang tersebut jelas diperolehnya, dan ini selalu menjadi kebutuhan kita semua. Kita ingin supaya Tuhan juga mengaruniakan kesembuhan atas sakit dan derita kita masing-masing. Namun demikian, kebutuhan akan kesembuhan atas ketakutan-ketakutan sungguh sangat diperlukan. Seseorang bisa jadi takut untuk mendekati dan berbuat sesuatu untuk menolong sesama yang sakit, menderita, dan yang tidak mampu. Kita perlu melanjutkan mujisat Yesus dengan menghilangkan ketakutan ini, supaya semakin banyak orang tertolong melalui pelayanan-pelayanan kita.

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *