Orang kepercayaan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan Paskah ke-3, 8 Mei 2019. Kisah Para Rasul 8, 1-8; Yohanes 6, 35-40. Suara: Peter sdb (Injil dan renungan)

Tema renungan kita pada ini ialah: Orang Kepercayaan. Seorang remaja perempuan nampak murung dan diam pada hari-hari belakangan. Ia hanya ingin menyendiri dan tidak mau berbicara pada siapa-siapa. Di sekolah ia tidak mau bertegur sapa. Di rumah ia menghabiskan waktunya di dalam kamar saja. Ia tidak aktif “online” di medsos-nya, karena ia tidak ingin terganggu. Tidak ada satu pun manusia yang dapat menjadi temannya dalam hari-hari tersebut, kecuali Tuhan yang kepada-Nya ia tumpahkan segala sesuatu.

Di dalam doa-doanya, ia curahkan semua rasa sakit dan kekecewaannya kepada Tuhan. Seorang teman yang sangat ia percayai membohonginya. Beberapa teman di sekolah yang ia anggap dapat membantunya, tidak memihak kepadanya. Ibu dan bapaknya di rumah serta saudara-saudarinya tidak dapat memahaminya. Maka ia merasa bahwa dirinya memang sedang jauh dari mereka semua. Semua orang yang ia percayai, ternyata membuatnya menderita sehingga ia berpikir bahwa kepercayaan itu sangatlah mahal dan tidak boleh dianggap remeh.

Bersama dengan remaja itu, kita sangat menghendaki supaya orang-orang kepercayaan tidak boleh menjadi seperti Judas Iskariot yang mengkhianati Yesus Kristus. Jika orang-orang kepercayaan itu sama dengan para rasul dan murid-murid Tuhan, seperti yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul pada hari ini, tentu sangat kita hargai dan inginkan. Mereka adalah orang-orang kepercayaan Yesus Kristus dan Gereja, yang menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Setelah rekan mereka Stefanus dibunuh secara keji, semangat mereka sebagai orang-orang kepercayaan menjadi semakin kuat dan sangat berani.

Yesus Kristus menyatakan diri-Nya sebagai “Roti Kehidupan”, dan para rasul dan murid itu mendengarkan secara langsung. Mereka percaya dengan sungguh-sunggguh. Yesus menegaskan bahwa dengan melihat dan percaya kepada diri-Nya yang diutus oleh Bapa, dan para rasul dan murid itu mendengarkan dan memahami itu dengan benar. Itu adalah Sabda yang benar dan baik. Mereka kemudian menjadikan dirinya orang-orang pertama yang percaya. Supaya ketika mereka wartakan itu kepada banyak orang yang lain, kepercayaan mereka itu sebagai bukti yang sah dan benar bagi tumbuhnya kepercayaan orang-orang yang mendengar dan memahaminya.  

Untuk menjadi orang-orang kepercayaan, kita memang perlu menjadikan diri kita orang-orang yang benar dan baik. Orang yang benar ialah dia yang kredibel atau dapat dipercayai kata dan perbuatannya. Ia adalah orang yang tulus dan jujur tentang dirinya dan sesamanya. Orang yang baik adalah secara etika dan moral ia adalah sesama dan teman keberadaannya sangat diperlukan. Apakah Anda termasuk dalam kategori orang-orang kepercayaan ini?

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami menjadi orang-orang kepercayaan-Mu dalam menjalankan perutusan yang Engkau percayakan kepada kami di dunia ini. Kemuliaan… Dalam nama…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *