Menjadi kecuali, tetapi menjadi pilihan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan biasa ke-34, 30 November 2019; pesta Santo Andreas, rasul. Roma 10, 9-18; Matius 4, 18-22. Suara: frater Ikky sdb (bacaan) dan pastor Pras sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Menjadi Kecuali, Tapi Menjadi Pilihan. Kalimat ini ingin merefleksikan sesuatu atau seseorang yang tidak dihiraukan atau dikecualikan. Berarti ia sangat penting dan menjadi pilihan. Orang lebih suka dengan uang kertas di dompet. Uang logam di dalam tas tidak dihiraukan. Pada saat membayar memakai koin, ia baru sadar kalau uang logam itu penting. 

Banyak orang bekerja di belakang layar. Mereka tidak tampak, tidak tampil bahkan tidak pergi ke sana dan ke sini. Tetapi peran mereka sangat penting. Tanpa mereka urusan pekerjaan dan proses berjalannya suatu dinamika tidak berlangsung dengan baik. Santo Andreas, salah satu dari dua belas rasul Yesus yang pestanya kita rayakan pada hari ini, adalah contoh bagi kita. 

Ia yang membawa saudaranya Petrus untuk bertemu Yesus pada waktu pemanggilan para rasul yang pertama. Selanjutnya Andreas tidak lagi tampil dominan. Yesus selalu membawa tiga rasul pertama: Petrus, Yakobus dan Yohanes, antara lain waktu mujizat penyembuhan putri Jairus (Mk 5,37), penampakan di gunung Tabor (Mk 9,2) dan di taman Getsemani (Mt 26,37). Andreas tidak diundang atau diikutsertakan, kita tidak tahu persisnya. 

Kita pernah mengalami dikecualikan. Bagaimana rasanya menjadi urutan ketiga dari dua yang terpilih? Atau dalam antrean, Anda ada di nomor empat dari tiga yang dibutuhkan? Atau Anda berusaha sekuat tenaga tapi hanya sampai pada nomor lima dari empat posisi yang tersedia? Biasanya kita bereaksi dengan marah, kecewa, sakit hati, dan menyerah. Tetapi rasul Andreas menanggapi itu dengan imannya, yaitu tetap pendiriannya dari awal untuk mengikuti Kristus. 

Ia tetap tinggalkan keluarga dan pekerjaannya sebagai nelayan, supaya meneruskan panggilannya menjadi rasul dan penginjil Yesus Kristus. Ia tanggapi pengalaman menjadi kecuali itu dengan kasih. Tidak tampilnya di depan umum, tak ikut serta disebut-sebut namanya dan tidak ikut dikenal, itu ia penuhi dengan datang membawa Yesus Kristus kepada setiap orang. 

Jika Anda alami tidak diperhitungkan, tidak diingat, tidak diundang, tidak dihiraukan, berbagi pengalaman itu dengan Yesus Kristus, karena sejak lahir hingga wafat-Nya, Ia alami dihina, ditinggalkan, ditolak dan sampai puncaknya dihukum mati. Tanggapi pengalaman dikecualikan itu dengan pilihan kasih, yaitu bersama Kristus untuk berbagi kasih kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang membuatmu sedih dan menderita. Cara itu bakal membuatmu bahagia dan unggul seperti Santo Andreas. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Bapa yang baik, buatlah aku menjadi orang yang tidak kalah dan menyerah ketika tidak dihiraukan, tetapi berusaha untuk berbagi bersama Kristus untuk mengampuni dan tetap melayani sesama. Bapa kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *