Memeluk kemuliaan Tuhan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan Paskah ke-7, 4 Juni 2019. Kisah Para Rasul 20, 17-27; Yohanes 17, 1-11a. Suara: Peter sdb (Injil dan renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memeluk Kemuliaan Tuhan. Yesus sudah menjelaskan sedemikian banyak tentang Roh Kudus yang mengajarkan segala sesuatu tentang Dia kepada kita, termasuk tentang salib dan penderitaan. Jika kita sebagai pengikut-Nya mencintai dan menyanggupi salib yang diberikan Tuhan kepada kita, kita pasti sangat disayangi dan diberkati Roh Kudus. 

Buktinya, Paulus merasa bahwa penderitaan dan salib sudah menjadi santapannya tiap hari. Roh Kudus menguatkan dan menghibur dia untuk menerimanya dengan senang hati, dan ia nikmati itu sampai akhir. Untuk bertahan sampai akhir dengan salib ini, Yesus jadikan itu sebagai tantangan terbesar bagi para pengikut-Nya. Ada orang yang siap untuk itu seperti Paulus, tapi jauh lebih banyak yang belum atau bahkan tidak siap. Maka Ia mendoakan mereka supaya tidak usah kuatir tentang semua jenis penderitaan dan salib. Berbahagialah kita yang didoakan oleh Tuhan Yesus Kristus!

Doa dan janji-Nya akan Roh Kudus yang menolong kita memikul salib, bertujuan supaya kita senantiasa menyukai salib itu, memeluknya, lalu memikulnya. Sebelum memikul salib, kita harus memeluk dahulu. Itu artinya kita mau, suka dan menyanggupinya. Kalau memeluk sesuatu atau seseorang, itu berarti kita sayang, juga kita berhati-hati menjaganya supaya tidak jatuh. Kita berusaha supaya salib itu tidak jatuh dari kita bahkan bisa berpindah ke pihak lain.

Ini berarti kita memeluk kemuliaan Tuhan. Salib merupakan kemenangan dan kemuliaan bagi kita, yang dicapai dengan penaklukan atas kesalahan dan dosa. Memeluk kemuliaan Tuhan berarti apa? Pertama, karena Yesus sendiri menyatakan kemuliaan itu kepada kita, khususnya saat Ia mendoakan kita. Kedua, Yesus mempersembahkan kelimpahan hidup tanpa batas dan ini menggambarkan sebuah kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan itu menunjuk pada berlimpah-limpah kemurahan dan kebaikan-Nya.

Ketiga, dengan memeluk kemuliaan Tuhan melalui salib-Nya itu, kita dipastikan mengenal Tuhan secara pribadi. Pada prinsipnya, jika kita dapat mengenal seseorang akan situasinya yang paling memprihatinkan, di situ kita mengenalnya secara mendalam dan pribadi. Dengan salib Tuhan, kita dapat mengenal orang-orang yang menderita di sekitar kita secara pribadi. Keempat, kemuliaan Tuhan kita alami juga melalui persekutuan kasih yang bertahan sampai akhir, persisnya ketika kasih itu diungkapkan dalam melayani orang-orang yang menderita. Salib menandakan Yesus Kristus bersatu dengan nasib manusia yang berdosa dan menderita. Marilah kita menyiapkan hari raya Pentekosta dengan memeluk kemuliaan Tuhan.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan yang mahabaik, bantulah kami untuk selalu mengutamakan kemuliaan-Mu di dalam semua usaha dan tugas kami. Semoga kami setia memikil salib kami. Salam Maria…Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *