Mata baru

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan Adven I, 7 Desember 2018; Peringatan Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja. Yesaya 29,17-24; Matius 9,27-31. Suara: Peter sdb (Injil) dan Bernard sdb (renungan).

Renungan kita pada hari ini bertema: Mata Baru. Tema penantian dalam pengharapan yang menjadi penekanan di dalam masa Adven menunjuk pada semua pengalaman nyata kita sebagai manusia di dunia ini. Pengalaman itu menggambarkan bagaimana sebuah penantian sangat memperhitungkan momen kedatangan sebagai prioritas segala usaha dan perhatian. Sebagai manusia normal, kita semua tentu memiliki pengalaman penantian seperti ini.

Pasangan yang sudah sekian tahun menantikan kelahiran anak pertama, sangat ingin mengalami saat kelahiran itu. Dari sekian banyak lamaran yang sudah diajukan, seorang pencari kerja tentu saja sangat mendambakan datangnya jawaban paling kurang salah satu tempat lowong baginya. Seorang anggota keluarga yang sudah lama sekali belum pulang untuk berkunjung ke rumah dan tempat asalnya, sangat menunggu datangnya kesempatan untuk terwujudnya kunjungan tersebut. Dan masih banyak lagi contohnya.

Pertanyaan sederhanya ialah: apa yang hendak dicapai atau didapatkan ketika saat itu telah datang? Ada banyak jawabannya. Orang-orang pasti meluapkan kegirangan, suka cita, dan rasa rindunya. Pesta dan keramaian sudah tentu mewarnai perjumpaan itu. Saling berbagi dalam bentuk materi, perasaan, penghiburan, dan dukungan moral atau rohani tentu ikut memperkayai suasana pertemuan. Singkatnya, ada pengalaman baru yang terjadi dan setiap orang yang terhitung atau terlibat dalam pengalaman baru itu, melihat satu sama lain dengan “mata baru”-nya. 

Istilah “mata baru” dapat kita samakan dengan kehadiran dan penampakan diri setiap orang secara baru. Meskipun identitas dan esensi pribadi itu tidak berubah, tetapi perubahan dan pembaharuan yang terjadi sungguh memberikan makna dan orientasi baru bagi kehidupan selanjutnya. Ini adalah semangat Adven yang ingin kita kembangkan dan hidupi bersama. Kita diterangi oleh kedua bacaan pada hari ini yang menyadarkan kita tentang “mata baru” dalam melihat Tuhan mendatangi hidup kita. Orang-orang buta dijadikan oleh Tuhan untuk dapat melihat kemuliaan Tuhan yang hadir dan menyentuh hidup mereka.

Mata baru pada orang-orang yang disembuhkan dari kebutaannya itu, menjelaskan pengalaman iman kita pribadi dan bersama sebagai umat Allah. Saat ini, pengalaman memiliki “mata baru” bukan berupa janji semata, tetapi sebagai kenyataan. Ziarah perjalanan iman kita membuktikan bahwa kemarin dan hari ini dapat kita lalui, termasuk segala kesulitannya, dan Tuhan senantiasa bersama dengan kita. Kita menggunakan mata baru kita masing-masing untuk melihat bahwa Tuhan sungguh baik dan tidak melupakan kita.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus, buatlah kami mampu untuk melihat semua kemuliaan Bapa di dalam diri dan hidup kami, sehingga semakin besarlah ungkapan syukur kami kepada Tuhan. Bapa kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *