Lonceng untuk berdoa dan bekerja di SMPK St. Mikhael

Misa Pembukaan tahun ajaran 2019-2020 SMPK Santo Mikhael Tanjung Perak Surabaya dilaksanakan pada hari Senin, 29 Juli 2019. Misa ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Mikhael Tanjung Perak, Romo Lino SDB dan didampingi oleh pastor rekannya, Romo Deddy SDB. Pastor yang disebutkan terakhir ini adalah kepala sekolah SMPK Santo Mikhael.

Di dalam pengantar Misa, Romo Lino memberikan sapaan kepada semua pihak dari sekolah ini dengan “Damai Tuhan Buat Kita Semua”. Ia juga berkata, “Kita Berkumpul untuk bersyukur dan berdoa bersama, serta mohon berkat dan rahmat Tuhan agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.” Dengan demikian semua yang hadir, diantar untuk membuka dirinya demi menerima berkat dan rahmat melalui perayaan ekaristi itu. 

Di dalam homilnya, Romo Lino memulai dengan bertanya: “Mengapa kita berkumpul untuk berdoa?” Ia kemudian menjawab sendiri dengan berkata: “Kita mau bersyukur dan memohon bantuan Tuhan. Kita berbicara dengan Tuhan. Kita memuji dan memuliakan Tuhan. Kita memohon perlindungan-Nya  untuk kehidupan kita.” 

Para siswa diajak untuk belajar dari Don Bosco yang adalah pendidik ulung orang-orang muda. Pengalamannya di rumah menunjukkan bahwa ketika sedang bekerja, begitu mendengar lonceng gereja berbunyi, ia berhenti bekerja dan berdoa. Dengan bertindak demikian Don Bosco kecil selalu diejek oleh kakaknya. Namun ia berkeyakinan bahwa benih yang ditanam akan dapat menghasilkan buah banyak jika diberi dukungan dengan bekerja dan berdoa. Di samping itu sangat diperlukan juga disiplin, saling mencintai, melakukan hal-hal yg baik dan membantu sesama.

Kalau para siswa belum melakukan kebaikan berarti benih itu belum berkembang. Tidak berkembangnya benih juga mungkin disebabkan oleh sikap kurang atau tidak selalu berdoa. Mestinya benih-benih itu ditumbuhkan dan dipelihara melalui berdoa.

Kebaikan adalah bentuk cinta kasih Tuhan yang bertumbuh dan berkembang sebagai benih yang baik, dan akhirnya dinikmati hasilnya sebagai buah-buah cinta kasih manusia. Jadi semua pihak di sekolah ini diingatkan untuk tidak kehilangan kesempatan untuk bertumbuh di tanah yang baik yakni di sekolah Santo Mikhael ini.

Lonceng berbunyi memanggil semua orang untuk berdoa dan bekerja, khususnya di sekolah. Lonceng gereja berbunyi itu sebagai tanda bahwa bekerja dan berdoa akan terus terjadi dan dilaksanakan tanpa lelah. Suatu saat nanti panen yang kita petik adalah hasil dari pekerjaan dan doa-doa kita.

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *