Kunjungan persaudaraan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan Paskah ke-6, 31 Mei 2019; pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabeth saudarinya. Zefanya 3, 14-18a; Lukas 1, 39-56. Suara: Servas sdb (Injil) dan Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kunjungan Persaudaraan. Apa pun jenis dan bentuk suatu kunjungan persaudaraan, dapat kita katakan bahwa pihak-pihak yang bertemu sangat dipenuhi suasana dan energi positif. Orang-orang yang bertemu dengan tujuan mencari kesalahan pihak lain, menuai konflik dan bahkan menabuh gendang peperangan, itu bukan pertemuan persaudaraan. 

Kita selalu meyakini bahwa suatu kunjungan persaudaraan tentu saja berbuah pada perjumpaan dan persekutuan persaudaraan. Mereka yang bertemu sebagai saudara atau saudari kandung sangat memahami pertemuan semacam ini. Yang bukan saudara-saudari sekandung, nuansa persaudaraan juga sering memperlihatkan betapa pihak-pihak itu membutuhkan satu sama lain. 

Kita suci kita berisi banyak sekali peristiwa pertemuan orang-orang bersaudara. Salah satunya yang hari ini kita rayakan sebagai pesta ialah Perawan Maria mengunjungi saudarinya Elisabeth. Kita tahu bahwa setiap kunjungan persaudaraan mempunyai tujuan baik dan mulia. Di dalam kunjungan dan perjumpaan itu roh atau semangat persaudaraan mengikat mereka dengan sangat kuat. Hubungan darah dan kesetiakawanan atau tali-kasih di antara mereka manjadi kekayaan rohani yang dimanfaatkan demi persekutuan itu.

Hari ini peristiwa kunjungan Perawan Maria kepada saudaranya Elisabeth menampilkan satu aspek lebih tinggi dari pada roh atau semangat persaudaraan. Jika pada tingkat hubungan darah dan kesetiakawanan dapat menghasilkan kebaikan dan kepantasan di antara saudara dan saudari, pada tingkat kunjungan Perawan Maria, hasilnya naik kepada tingkat kepenuhan rahmat di mana campur tangan Tuhan yang maha kuasa yang bekerja. Ini adalah tingkat kekudusan.

Pada tingkat ini Roh Kudus yang bekerja dan menggerakkan semua aktivitas manusia. Elisabeth yang lebih dahulu mendapatkan hasil dari karya Roh Kudus, bersuka cita menyambut saudarinya Maria yang dipenuhi Roh Kudus untuk menjadi Bunda Allah yang mengandung Putera Allah. Kunjungan persaudaraan Maria dan Elisabeth ini memberikan kita inspirasi bahwa hubungan persaudaraan yang dijiwai oleh Roh Kudus sangatlah penting bagi kita pengikut Kristus.

Roh Kudus menjiwai kunjungan dan perjumpaan kita yaitu ketika diisi dengan kegiatan-kegiatan suci seperti pembaharuan diri, pertobatan, mohon ampun, penghiburan bagi yang susah, pendampingan yang putus asa, kerja sama untuk mengatasi kesulitan bersama, dan persekutuan iman yang bersyukur memuji Tuhan. Kita perlu tekun melibatkan Roh Kudus dalam setiap kunjungan persaudaraan kita. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan Yesus Kristus, berkatilah kami untuk selalu patuh pada bimbingan Roh Kudus-Mu. Kemuliaan… Dalam nama…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *