Kita dibenarkan karena iman

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan biasa ke-28, 19 Oktober 2019. Roma 4, 13. 16-18; Lukas 12, 8-12. Suara: frater David sdb (bacaan) dan pastor Andi Wibowo sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita Dibenarkan Karena Iman. Kalimat tema ini merupakan pernyataan Santo Paulus dalam teks bacaan pertama. Ia memberikan penegasan tentang pendasaran kehidupan kita, dan motivasi utama yang menjadikan kita senantiasa kuat sampai menjadi pemenang dalam rencana keselamatan Allah, ialah iman. Ini ia lawankan dengan prinsip pengaturan hidup bersama, ialah hukum. Intinya, kita dibenarkan karena iman kita, dan bukan karena melaksanakan hukum yang ada.

Kalau demikian, apakah ada dua kebenaran yang menuntun hidup kita? Ya benar. Ada kebenaran hukum yang mengambil perintah- satu sama lain, bisa juga dimotivasi kepentingan-kepentingan yang tidak adil. Kalau kita diharuskan untuk tunduk saja pada kebenaran hukum, sampai mati pun ketakutan dan ketidak percayaan kita kepada hukum tidak akan hilang.

Untung bagi orang yang percaya kepada Tuhan, yang berpegang pada kebenaran iman. Pada kebenaran iman itu, pusat perhatian kita ialah Yesus Kristus. Kita dibenarkan karena iman kita kepada Kristus. Ia adalah kepenuhan seluruh hukum, sebagai pribadi yang berbicara sendiri dan mengajarkan kita bagaimana hidup sesungguhnya untuk mencapai kesempurnaan. Sebelum Ia datang ke dunia, banyak nabi dan imam yang telah bernubuat tentang Dia, seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini. Perintah Tuhan untuk dipahami dan ditafsirkan oleh para ahli. Hukum itu diberi batasan-batasannya, sehingga seseorang yang melanggarnya ia pasti akan diadili. Pengadilan atas manusia yang satu berbeda dari manusia yang lain. Bisa juga bertentangan.

Lalu Ia datang sendiri dan mengaruniakan iman kepada kita. Kembali ke surga setelah kebangkitan-Nya dari maut, ia tetap menyertai umat-Nya melalui Gereja. Jadi kebenaran iman ini mencakup semua penyelenggaraan Tuhan atas hidup kita tanpa batasnya. Jika memang ada anggota-anggota Gereja yang pernah menyimpang dari jalan Tuhan Yesus, kebenaran iman ini menghadirkan kerahiman dan belas kasih. Mereka yang bersalah dan terlanjur jauh dapat disambut kembali, dan mereka bakal bersuka cita karena dibenarkan oleh iman. 

Namun kita yang berada di dunia tidak pernah menolak kebenaran hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sering kita menjadi kecewa dan marah karena keterbatasan kebenaran hukum itu. Namun kita dapat selalu memakai kebenaran iman ini berupa penguatan kerohanian, kesabaran, pengharapan, dan pengampunan, supaya kita dapat bertahan dan berkorban seperti Yesus Kristus sendiri. Ini adalah pembenaran kita yang utama.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Di dalam tangan-Mu yang menyelenggarakan kehidupan kami ya Allah, semoga kami senantiasa berpegang kebenaran iman kami kepada Yesus Kristus, Putera-Mu dan Tuhan kami. Salam Maria… Dalam nama Bapa…  

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *