Ketaatan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan Rabu pekan PraPaskah ke-3, 27 Maret 2019. Ulangan 4,1. 5-9; Matius 5,17-19. Suara: Bernardinus sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketaatan. Seorang pemuda mengendarai sepeda motor dengan sangat arogan. Bunyi mesin memecah di knalpot sangat mengganggu pendengaran banyak orang lain. Ia nekat menembus lampu lalu lintas merah di mana saja. Ia menyenggol dan bahkan menabrak apa saja sesuka dia. Ia sering mengendari motornya sambil mabuk, dengan berteriak, mengeluarkan kata-kata penuh makian dan hujatan.

Pada suatu saat polisi menahan dia karena melanggar lampu merah di jalan utama kota. Polisi memakai alasan bahwa si pemuda ini sudah lama ditandai sangat tidak menaati peraturan lalu lintas. Polisi juga mencatat bahwa ia sudah banyak kali tidak patuh dalam sopan-santun, etika dan moralitas hidup dalam masyarakat. Jadi ia pantas diproses secara hukum. 

Tetapi si pemuda berani membatah polisi dalam proses penyidikan. Ia dengan angkuh dan nampaknya tidak tahu, menantang polisi dengan bertanya: Mengapa perlu ketaatan? Apa gunanya ketaatan? Apakah diriku perlu taat? Atas pertanyaan yang menantang itu, pihak penegak hukum mengajari pemuda yang nampak bodoh itu supaya ia pertama-tama mengerti dan menyadari tentang pentingnya ketaatan bagi setiap orang di dalam kehidupan bersama.

Penjelasan polisi dan keyakinan kita orang-orang yang bermoral dan beriman tentang ketaatan, membentuk diri kita menjadi orang-orang yang taat. Pribadi yang patuh, penurut, setia dan tekun adalah pribadi yang taat. Maka sangat diperlukan pertama-tama faktor dasar yang menjelaskan seorang pribadi itu taat, ialah bahwa ia mengetahui dan meyakini ketaatan adalah baik dan benar. Sebaliknya, jika orang tidak mengetahui dan meyakininya, ia bisa hidup sembarangan dan melanggar norma, etika, dan moralitas di mana pun ia hidup.

Berangkat dari pengetahun dan keyakinan bahwa ketaatan itu baik dan benar, kita masuk ke tahap berikutnya yaitu memiliki dan menggunakannya. Sesuatu atau barang yang baik, akan sangat bagus jika kita memiliki. Kita tidak sekedar ingin melihat dan memujinya, tetapi jauh lebih bagus kalau memilikinya. Demikian juga ketaatan. Namun, untuk mempertahankan diri kita agar tidak terjerumus dalam dosa ketidak-taatan, ada pedoman lisan, tertulis, simbol dan instrumen-instrumen yang perlu kita pakai. Mereka semua adalah alat bantu.

Tuhan adalah Penyedia alat bantu utama. Bacaan-bacaan liturgi Gereja pada hari ini menjelaskan bahwa perintah-perintah Tuhan yang menjadi isi Kitab Suci adalah alat bantu utama untuk menjaga dan menjamin ketaatan kita. Dengan mengikutinya dalam ketekunan dan kesetiaan, kita akan menjadi putera-puteri-Nya yang terkasih dan pribadi-pribadi yang taat. Kita akan selamat dengan melalui ketaatan kepada kehendak Tuhan di dalam perintah-perintah-Nya.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan maha kuasa, semoga kami semakin taat kepada-Mu dalam segala hal hidup ini. Kemuliaan… Dalam nama…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *