Kembali

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu PraPaskah ke-4, 31 Maret 2019. Yosua 5, 9a. 10-12; 2Korintus 5, 17-21; Lukas 15, 1-3. 11-32. Suara: frater Sergio sdb (bacaan 1), frater Noel sdb (bacaan 2), diakon Marsel sdb (bacaan Injil), dan pastor Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari minggu ke-4 Pra-Paskah ini ialah: Kembali. Kita merenungkan “kembali”nya kita di sini untuk mengingatkan kita bahwa hari raya Paska semakin mendekat. Kita semakin merasakan kemeriahan dan kehangatan Pesta Raya kita semua. Jadi “kembali”nya kita bukan untuk suatu kemunduran, kegagalan, dan kepada masa lalu dalam kedosaan.

Karena satu dan lain faktor, kita sebagai manusia terlanjur jatuh dan menjadi jauh dari Tuhan. Dalam pemahaman rohani, dosa, keterasingan dan kesesatan telah membuat kita menjadi jauh. Maka panggilan untuk kembali kepada yang benar, jalan Tuhan, dan naungan kasih-Nya menjadi hal yang sangat penting di dalam iman kita. Masa ini adalah kesempatan kita dipanggil untuk kembali.

Tuhan adalah pemanggil utama supaya kita kembali dari dosa dan keterasingan hidup kita. Ia tidak tega dengan Adam dan Hawa, Daud, Petrus, Saulus, Maria Magdalena dan setiap dari kita yang terbelenggu dengan derita karena dosa-dosa yang mendera. Ia menantikan kita di gereja, melalui sakramen dan firman yang diwartakan, di dalam dovosi-devosi, dan melalui pelayanan kasih, supaya kita kembali kepada-Nya. Mendengarkan panggilan-Nya itu, berarti kita akan diterima, diampuni, dan diakui kembali sebagai putera-puteri-Nya terkasih.

Orang-orang yang bertanggung jawab atas kita, juga memanggil kita. Mereka adalah orang tua, pembina, pendidik, pemimpin, atau saudara kita. Yosua adalah pemimpin dan saudara yang memanggil sesamanya untuk datang kepada janji Tuhan yang terpenuhi. Orang tua memanggil kita untuk kembali mengabdi dan melayani mereka dan tanah air, tumpah darah kita. Para pemimpin Gereja dan negara memanggil supaya kita kembali ambil bagian dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi kita rayakan. Dan berbagai panggilan lain yang banyak, ingin supaya kita kembali kepada hidup yang layak dan benar.

Giliran berikutnya yang ikut memanggil ialah diri kita sendiri. Panggilan nurani kita sendiri sangatlah penting. Ketika menyadari bahwa diri kita sudah terlanjur ke dalam hal-hal yang tidak penting, superfisial, atau kenikmatan semata, sebaiknya kita mendengarkan panggilan nurani kita. Ia pasti mengatakan hal yang sebaliknya, yaitu memanggil kita kepada yang indah, baik dan benar. 

Ketiga sumber kekuatan yang memanggil kita: Tuhan, orang-orang yang bertanggung jawab kepada kita, dan nurani kita sendiri, adalah kekuatan besar yang menarik kita, sehingga kita tidak bisa mengelak, selain menuruti untuk kembali pada saat dan di waktu yang sesungguhnya. Hari ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk kembali.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Bapa, semoga dengan ibadat hari Minggu ini, kami dikuatkan untuk kembali kepada-Mu dengan gembira. Kami ingin menjadi putera dan puteri-Mu seperti sedia kala. Salam Maria… Dalam nama…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *