Kehendak Tuhan yang terjadi

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Minggu Biasa ke-29, 20 Oktober 2019. Keluaran 17, 8-13; 2 Timotius 3, 14 – 4, 2; Lukas 18, 1-8. Suara: frater Varet sdb (bacaan 1), bruder Bernard sdb (bac 2), pastor Peter sdb (Injil dan renungan)

Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-29 ini ialah: Kehendak Tuhan Yang Terjadi. Sarana yang kita pakai untuk selalu berhubungan dengan Tuhan ialah doa. Doa-doa kita selalu berwujud aktivitas seperti mengucapkan atau mengungkapkan kata-kata, mengidungkan pujian, berdiam dalam meditasi atau kontemplasi, menuliskan ungkapan hati, dan melakukan gerakan-gerakan tubuh.

Doa kita selalu ditujukan kepada Tuhan. Padanya semua doa kita berhenti, dan tidak ada tujuan atau tempat lain yang lebih lanjut untuk doa-doa itu menetap selain Tuhan. Seorang ibu menjelaskan kepada anaknya, bahwa pada Tuhan ada tempat yang begitu luas dan tak akan pernah penuh, meski dari dulu sampai sekarang semua orang mengirimkan doa dan permohonan dari dunia. Siang dan malam serta setiap saat kita berdoa, namun belum pernah kita dengar atau baca dari kitab suci bahwa gudang di surga sudah penuh dan tidak bisa memuat lagi.

Pada saat kita berdoa, saat itulah doa kita sampai kepada Tuhan. Santo Bernardus di dalam refleksi dan doanya, berkeyakinan sungguh kuat bahwa doa-doa kita langsung sampai kepada Tuhan. Tidak ada hambatan atau suatu perjalanan berliku-liku sehingga doa kita terlambat atau tertunda sampai kepada Tuhan. Yang kemudian selalu menjadi persoalan kita ialah apakah doa-doa kita terkabulkan sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. 

Biasanya yang kita inginkan ialah waktu terkabulnya yang kita kehendaki dan wujud pertolongan yang kita inginkan. Godaan yang selalu mengancam kita ialah saat keinginan dan kehendak kita belum atau tidak terpenuhi. Dengan begitu kuat berpegang pada kehendak kita sendiri, justru di sinilah kelemahan utama kita. Ternyata kita kehilangan pandangan akan satu sisi yang lain, yaitu berpegang pada kehendak Tuhan. 

Maka pesan pentingnya bagi kita ialah: kita nyatakan keinginan dan kehendak kita sendiri melalui doa-doa, namun kita tinggalkan itu kepada Tuhan yang berkehendak untuk mewujudkan itu terjadi. Tugas kita ialah berdoa dan tetap berdoa. Biarpun sering tuntutan doa kita tidak berhenti dan tidak pernah menyerah, itu adalah bagian tugas kita. Pekerjaannya Tuhan ialah mendengarkan dan menjawab. Persoalan cepat atau lambat jawaban-Nya dan sesuai dengan yang kita minta, itu adalah kehendak Tuhan yang berbicara.

Kita diajarkan untuk yakin bahwa kebaikan dan kemurahan Tuhan untuk menjawab doa-doa kita adalah sebuah kebenaran. Tuhan tidak pernah bohong dan tidak pernah gagal dalam kesetiaan. Nasihat Santo Paulus ini menjadi pegangan kita: hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Bapa, semoga perayaan hari Minggu ini memperkuatkan iman kami kepada-Mu. Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *