Kebebasan dari Tuhan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan Pra Paskah ke-5, 10 April 2019. Daniel 3, 14-20. 24-25. 28; Yohanes 8, 31-42. Suara: Bernardinus sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Kebebasan Dari Tuhan. Tuhan Allah yang kita percaya ialah penyelenggara segala sesuatu. Ia merahmati kita dengan segala berkat supaya kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dari segala rahmat itu, ada bagian yang menjadi ciri dasar pribadi manusia, yang lazim kita sebut sebagai kodrat manusia. Salah satu ciri dasar itu ialah kebebasan, yang sangat membedakan manusia dari makluk hidup yang lain.

Kebebasan manusia mengarahkan kita kepada dua jurusan. Yang pertama ialah kebebasan untuk menjalani kehendak Tuhan. Keistimewaan kita sebagai anak-anak Allah memperkuat kebebasan yang berciri positif ini. Sebagai putera dan puteri Allah, kita memiliki hak dan kewajiban sebagai orang-orang beriman. Panggilan kita masing-masing yang terkait dengan pelayanan dalam Gereja atau profesi-profesi merupakan ungkapan nyata kebebasan ini. Kita mengikuti Kristus yang memanggil kita masing-masing. Untuk mewujudkannya kita perlu menjadi orang-orang yang memilih dan memutuskan itu secara bebas.

Yesus Kristus sebagai Putera Allah yang diutus Bapa ke dunia sebagai juru selamat menetapkan kebebasan jenis yang kedua, yaitu dari kekuasaan dosa, Setan, dan pengaruh duniawi yang dikontrol oleh orang-orang yang melawan Tuhan. Kalau kebebasan secara positif di atas dapat kita umpamakan sebagai penetapan identitas diri setiap pengikut Kritsus, kebebasan negatif yang digerakkan oleh Yesus Kristus ini dapat dipandang seperti senjata yang melengkapi diri kita. Kuasa-Nya, ajaran, perintah, dan kekuatan salib-Nya yang suci merupakan perlengkapan-perlengkapan ampuh yang kita gunakan untuk melawan kekuatan-kekuatan gelap.

Kebebasan yang berciri negatif ini lebih kuat tantangannya, karena yang kita hadapi ialah segala bentuk dimensi negatif di dunia ini. Bersama Yesus Kristus kita mesti dapat mengatasinya. Yesus Kristus melalukan itu dengan mengambil semua dosa kita dan memakunya di salib bersama diri-Nya. Kematian-Nya itu menjadi sebuah kemenangan, membawa pengampunan bagi kita, dan mendamaikan kita dengan Allah. Kita dapat memanggil Tuhan sebagai Bapa karena Yesus telah mendamaikan kita dengan Bapa dan membebaskan kita dari perbudakan dosa dan Setan.

Di dalam kitab Daniel, kebebasan yang kedua ini diperlihatkan oleh ketiga pemuda Yahudi: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang luput dari tindakan berhala yang hendak ditimpahkankan kepada mereka. Kekuatan pembebasan ini mampu mengubah hati raja Nebukadnezar yang keras untuk mengakui kuasa Allah maha tinggi yang diimani umat pilihan-Nya.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah maha kuasa, melalui pewartaan-Mu pada hari ini, semoga kami menerima dari-Mu rahmat yang memperkuat kebebasan kami sebagai anak-anak-Mu. Kemuliaan… Dalam nama…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *