Kartu murid Yesus

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu Paskah ke-5, 19 Mei 2019. Kisah Para Rasul 14, 21b-27; Wahyu 21, 1-5a; Yohanes 13, 31-33a. Suara: bruder Julio sdb (bac 1), Yella-OMK (bac 2), diakon Igan sdb (bac Injil), dan pastor Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah ke-5 ini ialah: Kartu Murid Yesus. Dunia kita saat ini, khususnya di bidang ekonomi dan sosial, ditandai dengan penggunaan kartu-kartu. Kehidupan kita memfasilitasi hubungan antar manusia dan terlibatnya di antara mereka dalam kerja dan transaksi barang  dan jasa, direpresentasi dengan kartu. Fungsi utama kartu ialah merepresentasi identitas kita sehingga akses tentang diri kita menjadi lebih cepat dan terbuka.

Melalui kartu tanda penduduk, akses kepada diri kita dapat memfasilitasi semua proses legal dalam hidup kita masyarakat. Dengan kartu siswa atau mahasiswa, segala urusan akademik terkait dengan pribadi siswa atau mahasiswa diurus dengan mudah. Dan masih banyak kartu lain yang dipakai terkait dengan pelayanan pemerintah kepada rakyatnya atau lembaga-lembaga kepada para anggota dan kliennya. Kartu menjadi tiket resmi bagi seseorang untuk masuk dan keluar berdasarkan aturan-aturan yang mengikat dirinya.

Untuk menjadi murid-murid Yesus Kristus, Gereja memfasilitasi adanya legalitas keanggotaan murid-murid Yesus sesuai dengan standar yang ditetapkannya. Fungsinya ialah supaya segala urusan berkaitan dengan pelayanan baik rohani maupun jasmani oleh Gereja terhadap setiap anggotanya mengikuti aturannya. Kita menamakan kartu sebagai murid Tuhan Yesus Kristus sebagai surat permandian, dan bersamanya banyak jenis surat atau sertifikat lainnya yang menjadikan surat baptis sebagai rujukan utama. 

Sebenarnya, kartu murid Yesus dan semua sertifikat lain yang terkait itu merupakan elemen materi yang memiliki makna di baliknya, yang harus dipandang sebagai roh yang menjadikannya begitu penting bagi setiap orang. Roh atau inti kartu murid Yesus ialah yang diungkapkan oleh Yesus sendiri di dalam Injil kita hari ini, yaitu seorang murid yang memiliki kasih. Jika setiap murid memiliki kasih, maka yang terjadi di dalam hidup bersama ialah adanya saling mengasihi. Jadi Yesus sungguh berkata begini: “Orang-orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku yaitu jikalau kamu saling mengasih.”

Kartu murid Yesus yang dimiliki oleh setiap pengikut Kristus diperkenalkan dan dibagikan kepada orang-orang di seluruh pelosok bumi, antara lain dilakukan oleh Paulus dan Barnabas pada waktu Gereja Perdana mulai berkembang. Banyak wilayah yang mereka jangkau dan para penghuninya dijadikan anggota-anggota Gereja yang baru. Tugas seperti ini masih dijalankan oleh Gereja kita hingga saat ini. Setiap orang yang sudah memiliki kartu murid Yesus, dan mereka yang akan menjadi murid-murid yang baru, diminta untuk tetap memiliki semangat cinta kasih dan hidup bersama dengan saling mengasihi. Jika kita hidup di dalam semangat cinta kasih, sesuatu yang baru selalu terciptakan.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Tuhan, semoga semangat cinta kasih tetap menjadi pegangan dan kekuatan hidup kami bersama. Salam Maria… Dalam…  

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *