JAWABLAH AKU YA TUHAN

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan biasa ke-17, 3 Agustus 2018.

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jawablah Aku Ya Tuhan. Nabi Yeremia suka memberikan kita situasi dan pengalaman dramatis di dalam perjalanan imanya. Di waktu lain ia pertanyakan keunggulan dan kesaktian Tuhan atas semua derita yang dihadapinya. Kini dalam teks bacaan pertama, ia menghadapi ancaman pembunuhan dari bangsanya sendiri, sehingga semua doa dan keluhannya kepada Tuhan terungkap dalam tuntutan supaya Tuhan menjawab semua pertanyaan dan keluahannya itu.

Doa yang berisi permohonan mendesak atau tuntutan tegas kepada Tuhan sering mewarnai doa-doa kita. Orang yang sedang dalam himpitan masalah dari segala arah sangat mendesak supaya Tuhan menjawabi doanya. Mereka yang sudah sekian lama menunggu solusi atas hubungan persaudaraan atau pertemanan yang telah berantakan mendesak supaya Tuhan menanggapi permintaan mereka. Penderitaan lahir-batin yang sudah ditanggung dengan susah payah ditaruh di hadapan Tuhan dengan desakan supaya kesembuhan segera terjadi. Begitulah jadinya ketika kita menjadikan Tuhan sebagai terminal terakhir untuk menjawab seluk-beluk kesulitan hidup kita.

Pengalaman penolakan dialami siapa saya. Pengalaman mendapatkan ancaman fitnah, pembunuhan karakter dan pemusnahan hidup pernah dialami banyak orang di dunia ini. Yesus disangkal, direndahkan, difitnah, dan ditolak oleh orang-orang sekampung dan sekotanya. Yeremia dihantam oleh suatu gelombang besar acaman pembunuhan karena ia secara jujur dan benar mewartakan pesan Tuhan Allah kepada umat Allah yang sudah terlanjur berdosa. Anda dan saya juga dalam situasi yang berbeda-beda pernah mengalami situasi sangat terhimpit dan sulit yang sepertinya mematikan harapan kita untuk hidup.

Dalam kondisi-kondisi ini sangat wajar kalau kita meminta Tuhan yang memberikan jawaban-Nya. Seperti apa jawaban Tuhan atas semua kondisi tersebut? Mungkin Ia memberikan satu jawaban umum kepada kita semua dan nanti masing-masing orang menerjemahkan itu dalam situasi dan kemampuannya yang ada. Jawaban umum itu ialah: Jangan takut. Jangan takut. Jagan takut. Aku tetap bersama kalian! Bagi mereka yang sedang bingung dan tersesat arah hidupnya, mereka menjadi tenang. Bagi yang tertekan oleh beban masalah dan kesulitan berat, mereka menjadi lega dan rela menanggungnya. Mereka yang sedang putus asa, ada keyakinan bahwa esok akan menjadi kesempatan berbeda dan terbuka peluang untuk perubahan. Mereka yang sedang mengalami kehilangan orang atau barang, menemukan gantinya pada kehadiran Tuhan yang maha kasih. Mereka yang kurang percaya diri akan kembali menjadi kuat dan bersemangat. Jadi, bersyukurlah selalu saudara!

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Yesus, penuhilah hati kami dengan optimisme dan tekat untuk memenuhi panggilan-Mu. Salam Maria… Dalam nama Bapa …

Please Share: