Intensi doa Sri Paus untuk bulan Desember

Dalam misa pagi di kapel pribadinya di Rumah Santa Marta pada Selasa 4 Desember, Bapa Suci Fransiskus merenungkan tentang damai yang dituntut oleh masa Adven, bagi setiap pengikut Kristus.

Media Vatican News melaporkan pada hari itu bahwa Paus merenungkan bagian dari kitab Nabi Yesaya yang menggambarkan bagaimana “Raja Damai” berkuasa di dalam dunia dan di dalam hati setiap manusia. Kekuasaan-Nya amatlah kuat sehingga dapat mempersatukan pihak-pihak yang sebenarnya berpotensi saling bermusuhan dan mematikan, seperti gambaran nabi tentang serigala hidup bersama dengan domba.

Menurut Sri Paus, kunci utamanya ialah jika setiap dan semua orang tidak berbuat jahat kepada sesamanya, maka damai akan tumbuh dan meraja di dalam hidup kita.

Seperti biasanya dilakukan setiap bulan, “Jaringan Doa Paus untuk Seluruh Dunia” mengumumkan intensi doa Sri Paus untuk bulan Desember. Media-media di Vatikan menyiarkan pada hari Senin 3 Desember 2018, bahwa intensi doa Paus Fransiskus untuk bulan Desember ialah “Evangelisasi: dalam Pelayanan Mewartakan Iman.

Menurut jaringan doa ini, Paus Fransiskus menaruh harapannya, supaya orang-orang yang terlibat dalam pewartaan dan penyebaran iman, dapat menemukan di dalam dialog mereka dengan kebudayaan-kebudayaan yang beraneka, suatu bahasa dan komunikasi yang sesuai dengan situasi-situasi nyata pada saat ini.

Ketika iman itu diwartakan dengan tepat dan mengena, maka perutusan kita sebagai pengikut Kristus menjadi efektif.

Pada hari Senin 3 Desember, Paus Fransiskus bertemu Presiden negara Palestina, Mahmoud Abbas di Vatican. Media-media di Vatican, seperti VaticanNews dan Zenit.org menulis pada hari itu bahwa pertemuan tersebut sangat akrab dan bersahabat.

Diskusi di antara kedua pemimpin negara tersebut, antara lain yang paling penting ialah penguatan jalan rekonsiliasi di antara orang-orang Palestina dan upaya-upaya konstruktif untuk membuka kembali proses perundingan damai antara Israel dan Palestina. Tentang perundingan damai itu, harapan yang besar ditujukan kepada partisipasi komunitas internasional untuk menengahi kedua belah pihak dalam mewujudkan suatu pembaharuan komitmen perdamaian.

Mereka juga berbicara tentang posisi kota Yerusalem yang memiliki identitas dan nilai universal sebagai kota suci bagi tiga agama utama turunan Abraham.

Please Share:

2 Comments

  1. Thanks for the update

    1. Thanks, Madre Ma Fe

      Peter sdb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *