Headline terbesar sepanjang zaman

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa, 25 Desember 2018, Hari Raya Natal. Yesaya 52,7-10; Ibrani 1,1-6; Yohanes 1,1-18. Suara: frater Noel sdb (bac-1), bruder Bojes sdb (bac-2), diakon Igan sdb (bac-Injil), dan pastor Ambros sdb (renungan)

Renungan kita pada hari raya Natal ini bertema: Headline Terbesar Sepanjang Zaman. Masyarakat dan orang-orang dengan kemampuan literasi rata-rata selalu meng-update dirinya tiap saat dengan headline atau berita utama dari media-media. Misalnya di ruang makan para pastor dan biarawan, topik hangat yang sering diangkat untuk dibagikan sambil sarapan, ialah berita-berita headline yang tersebar luas melalui media massa dan media sosial.

Kita di dalam konteks hari raya Natal ini, mau tidak mau menempatkan peristiwa kelahiran Tuhan Yesus Kristus sebagai “Headline News” terbesar sepanjang zaman, yang secara ritual Gereja kita rayakan hari Ulang Tahun-Nya pada hari ini. Berita terbesar ini berdaya menggerakkan diri setiap orang jasmani dan rohani. Tidak ada berita apa pun dari dunia ini yang memiliki kemampuan seperti berta Kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia. 

Seluruh umat manusia dan alam semesta dimasuki olehnya, karena Tuhan ingin mengubah dan menjadikan seluruh ciptaan-Nya selamat. Nabi Yesaya menggambarkan bahwa segala ujung bumi menerima berita itu dan melihat keselamatan itu datang dari Allah. Keuniversalan ini dimengerti dengan begitu baik oleh sekelompok mahasiswa berbagai latar belakang agama, yang dalam perayaan Natal dan Tahun Baru bersama, yang bukan Kristen ikut bersaksi bahwa misi Sang Mesias ialah keselamatan dan keadilan bagi semua. Mesias bukan hanya untuk orang Kristen. Mesias tidak pilih muka dan pandang bulu.

Khususnya bagi pengikut Kristus, berita terbesar ini adalah profil MESIAS sebagai Tuhan yang berbicara langsung kepada kita tiap saat, dan tidak melalui perantaraan siapa-siapa. Ketika Ia berbicara, Ia berseru: “Aku berkata kepadamu…” Orang selalu mengutip firman Tuhan dari kitab suci, lalu membagikan secara lisan atau tulisan melalui media yang ia pakai. Itu terjadi demikian karena Tuhan sendiri telah membuat diri-Nya sungguh nyata dan berbicara. Kita perlu terus berterima kasih dan tetap bersyukur, karena Ia terus berbicara kepada kita secara langsung, saat ini, dan kepada pribadi kita.

Di tengah kehidupan kita di Indonesia saat ini yang diwarnai oleh bencana, ancaman disintegrasi, cara berkomunikasi yang keras dan negatif, serta perilaku destruktif seperti korupsi dan diskriminasi atas kelompok kecil dan yang berbeda, berita terbesar tersebut hadir sebagai terang. Betapa pun gelapnya kehidupan bersama yang bisa saja membawa kegelisahan dan ketakutan, jika dihadapkan dengan terang kebenaran dan keadilan, kegelapan itu menjadi terganggu dan tidak nyaman. Para pengikut Kristus harus tetap sebagai terang, dan berusaha menghindari diri dari godaan untuk menjadi gelap.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami supaya terang yang ada pada kami tidak redup di tengah keadaan dunia ini yang cenderung dikelilingi kegelapan. Bapa Kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *