Harta kita ialah suka cita

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu Adven ke-3, 16 Desember 2018. Zefanya 3,14-18a; Filipi 4,4-7; Lukas 3,10-18. Suara: Blas Ola sdb (bac-1), Julio sdb (bac-2), Marsel sdb (Injil), dan Peter sdb (renungan).

Tema renungan kita pada hari Minggu Adven ke-3 ini ialah: Harta Kita Ialah Sukacita. Dengan menyebut minggu Adven ke-3 sebagai minggu suka cita kita tidak bermaksud untuk meremehkan hari minggu-hari minggu yang lain, khususnya dalam masa adven ini, sebagai minggu yang kurang atau tidak gembira. Esensi semua perayaan liturgi merupakan pengalaman rohani yang menggembirakan, karena ada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama beriman. 

Sejak abad ke-10 praktek membuat hari minggu ke-3 Adven spesial, di mana secara khusus Gereja membuat liturginya menandakan sebuah rasa suka cita, melalui antifon pembuka liturgi yang menggarisbawahi seruan “bersuka citalah atas saatnya penyambutan juru selamat yang datang”. Seruan ini diinspirasikan oleh kutipan dari Nubuat Zefanya 3,14-18 dalam bacaan pertama dan Surat Paulus kepada jemaat di Filipi 4,4-5 sebagai bacaan kedua. Makna utama semua ini ialah sudah begitu dekatnya kedatangan juru selamat, jadi persiapan kita mesti sebagai sebuah suka cita. Yohanes Pembaptis menyiapkan kita untuk itu.

Seorang bapak keluarga mendapatkan bonus menjelang akhir tahun, dari perusahaan tempat ia bekerja. Bonus sangat tepat dengan saat keluarga mempersiapkan Natal dan Tahun Baru. Ia bicara dengan isterinya. Kemudian di saat lain, mereka berdua bicara dengan anak-anak. Dari semua pembicaraan itu, didapat satu kesimpulan bahwa keluarga tidak benar-benar butuh penambahan materi karena hidup mereka sudah lebih dari cukup. Mereka justeru membutuhkan sesuatu yang bukan materi. 

Lalu mereka mendapatkan ide untuk membelanjakan dari bonus tersebut, barang-barang kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, alat-alat sekolah, dan perabot rumah tangga. Setiap paket bingkisan berisi barang-barang tersebut. Atas ijin Pastor Paroki, paket-paket tersebut ditaruh di pos sekuriti di gerbang gereja. Setiap paket bertuliskan: “Harta Kita Adalah Suka Cita”. Keluarga tersebut mengartikannya, bahwa mereka berbagi dalam suka cita, dan mengharapkan supaya siapa pun yang mendapatkan bingkisannya juga mendapatkan suka cita. Sampai semua bingkisan itu habis diambil oleh umat paroki yang memerlukan, identitas keluarga tersebut tetap tidak diketahui banyak orang.

Suka cita itu adalah karunia yang sudah ada di dalam diri setiap orang. Khususnya sejak ia dibaptis, suka cita itu adalah Yesus Kristus sendiri. Jadi harta yang sebenarnya ialah Tuhan Yesus Krisus. Karena Dia tinggal dan ada bersama kita, maka tinggal kita manfaatkan untuk membuat diri kita bersuka cita dalam segala situasi dan tempat. Salah satunya ialah dengan berbagi, seperti yang dibuat oleh Keluarga Katolik tadi. Buatlah tindakan suka citamu saat ini!

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah, kami mohon agar harta suka cita di dalam diri kami, tidak tersembunyi dan terhalangi, namun senantiasa hidup dan bekerja bersama di dalam pelayanan. Salam Maria… Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *