Hamba yang berjaga-jaga

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan biasa ke-29, 22 Oktober 2019. Roma 5, 12. 15b. 17-19. 20b-21; Lukas 12, 35-38. Suara: frater Varet sdb (bacaan) dan pastor Minggus sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Hamba Yang Berjaga-jaga. Ada anggapan umum bahwa hubungan antara tuan dan hamba, atau bos dan anak buah lebih banyak negatifnya. Tidak ada relasi yang setara dan harmonis. Yang ada hanya hubungan yang diwarnai ketakutan, ketertutupan, sangat hati-hati, bahkan kebencian. Tetapi seorang pengusaha menengah bercerita justru sebaliknya. Ia sebagai bos di perusahaannya. Ia dan ratusan pegawainya memiliki hubungan satu sama lain dalam saling percaya dan yang mengutamakan saling menghargai.

Ada suka cita, saling melengkapi dan saling membutuhkan di antara mereka. Kehadiran sang bos di antara para karyawan adalah berkat. Sementara ketika sang bos absen beberapa waktu akan selalu dianggap ada yang kurang. Suami dan isteri bos tersebut sudah dipandang layaknya orang tua atau saudara-saudari tertua mereka. Salah satu wujud perhatian dari bos ini terhadap segenap pegawainya ialah menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang mereka hadapi.  Jadi kehadiran dan campur tangan bos sangatlah dinantikan.

Para karyawan tersebut memiliki nasib yang sama dengan perumpamaan para hamba yang penuh suka cita dan berjaga-jaga menantikan tuannya datang pada saat yang tidak terduga. Ini adalah refleksi atas umat Allah, yaitu kita semua, ketika menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Kita adalah para pendosa, namun kita memiliki suka cita dan kerinduan akan datangnya Yesus, sang juru selamat kita. Maka sebagai hamba-hamba yang berjaga-jaga, kita perlu yakin dengan kedatangan itu yang membawa keuntungan sangat besar bagi kita. 

Santo Paulus mengingatkan kita bahwa dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran Adam yang pertama jatuh ke dalam dosa. Akibatnya, maut juga menjalar ke semua orang. Tetapi kasih Tuhan jauh lebih besar daripada dosa dan maut. Di mana ada dosa, di situ rahmat dan belas kasih justru lebih besar. Hanya satu tindakan kasih itu, yaitu Yesus Kristus, semua manusia yang berdosa mendapat karunia istimewa keselamatan. Pilihan kita ialah menerima dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan guru kita.

Sikap kita berjaga-jaga dan menyongsong kedatangan Tuhan diwujudkan di mana dan kapan saja. Hamba yang berjaga-jaga ialah mereka yang berbahagia atas kesempatan bertemu dengan Tuhan yang datang. Pengalaman itu dapat berupa saat doa, saat firman, kesempatan menerima sakramen-sakramen, saat pembaharuan dan bimbingan rohani dan tentu saja saat ajal menjemput. Kita pasti tidak ingin semua kesempatan itu berlalu pergi saja. Kita hanya ingin tahu bahwa Tuhan senang karena kita bahagia melalui pertemuan-pertemuan itu.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Allah maha murah,  terima kasih berlimpah kepada-Mu karena kami dibenarkan oleh iman kami kepada Yesus Kristus. Semoga Roh-Mu senantiasa mengajarkan kami di dalam segala kebenaran-Mu. Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *