Gembala yang baik menghadirkan Bapa kepada kita

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Paskah ke-4, 18 Mei 2019. Kisah Para Rasul 13, 44-52; Yohanes 14, 7-14. Suara: Heri Ola sdb (bacaan Injil) dan Pras sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gembala Yang Baik Menghadirkan Bapa Kepada Kita. Kemarin dalam menjawab kekurang-pahaman rasul Thomas, Yesus menunjuk diri-Nya sendiri sebagai perantara kita untuk sampai kepada Bapa. Hari ini, rasul Filipus yang mewakili banyak di antara kita memperlihatkan kekurang-pahaman dan pencariannya akan sosok Bapa seperti apa.

Jawaban Yesus merupakan yang paling telak, kalau boleh dikatakan jawaban kunci, karena memperlihatkan tujuan semua pencarian dan ziarah kita di dunia ini. Yesus menjawab dengan menghadirkan Bapa sendiri, maka Ia berkata: melihat Aku, berarti melihat Bapa, mendengar Aku, berarti mendengar Bapa, hidup bersama Aku berarti hidup bersama Bapa. Intinya ialah Bapa berada di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Bapa dan Aku adalah satu.

Persekutuan Bapa dan Putera itu terjadi dalam hubungan kasih dengan komunikasi di antara mereka, dan hubungan ini terjadi dalam Roh Kudus. Justeru jawaban yang diberikan kepada Filipus dan semua orang yang mencari tujuan terakhir hidup ini ialah Tritunggal Allah. Tak ada jawaban lain lagi yang melebih jawaban ini. Berjumpa Bapa dalam diri Yesus dan dalam persekutuan Roh Kudus telah mempertegas komitmen para rasul, dan mereka bertahan dengan komitmen sampai mati.

Yesus menghadirkan Bapa kepada kita berarti tentang kenyataan Tuhan Allah sesungguhnya. Tuhan tampak dengan segala kemurahan dan belas kasih, sementara kita manusia tampak terangkat sampai pada level untuk berjumpa dengan Dia. Saat inkarnasi, Tritunggal hadir dalam Putera yang dikandung dalam rahim Perawan Maria, dilahirkan dan diasuh dalam sebuah keluarga bersahaja. Dalam seluruh pelayanan publik Yesus, Tritunggal juga ada di sana untuk bekerja bagi penebusan umat manusia. Di penghujung karya di dunia, Tritunggal di surga menyambut kita dalam kehidupan abadi sebagai tanda keselamatan kekal yang sudah tersedia abadi bagi kita.

Bagi kita sebagai pengikut Kristus, pertanyaan seperti Filipus dan Thomas sewajarnya tidak relevan. Kita bukan dalam posisi untuk mempertanyakan bakan meragukan apakah Yesus dan Bapa adalah satu. Posisi kita sesungguhnya adalah saudara dan saudari Yesus, atas dasar itulah kita diajarkan doa Bapa Kami untuk menjadi doa kita yang fundamental. Doa itu sungguh menjadikan kita anak-anak atau putera dan puteri Bapa yang maha baik. Yesus sungguh gembala yang baik, karena Dia tahu yang kita butuhkan: menjadi putera-puteri kesayangan Bapa di Surga.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Bapa maha baik, terima kasih berlimpah atas status kami sebagai putera dan puteri-Mu terkasih karena kami mengambil bagian dalam kehidupan Putera-Mu Yesus Kristus. Semoga kami tetap hidup dengan status ini dan mempertanggung jawabkannya pada saat ajal kami nanti. Salam Maria … Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *