Gembala yang baik berbau dombanya

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Senin pekan Paskah ke-4, 13 Mei 2019. Kisah Para Rasul 11, 1-18; Yohanes 10, 1-10. Suara: Blas Ola sdb (bacaan) dan Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gembala Yang Baik Berbau Dombanya. Paus Fransiskus pernah mengujar satu himbauan sekaligus ajaran kepada seluruh Gereja, dan secara khusus ditujukan kepada para Uskup dan imam, bahwa mereka harus berbau domba-dombanya. Ajarannya itu sampai kini selalu menjadi kutipan berbagai pihak di dalam Gereja Katolik. Paus sedang mengajarkan tentang iman yang terlibat dan menyatu dengan hidup yang nyata.

Maksudnya ialah supaya tugas kepemimpinan dan pelayanan itu tidak meluluh menempatkan orang di dalam kantor, rumah, di belakang meja, di forum diskusi, rapat dan perencanaan. Seperti Yesus Kristus sang Gembala sejati, siapa pun kita yang mengikutinya, mesti dapat meneladaninya. Hal ini diungkapkan oleh empat orang anak, dua perempuan dan dua laki-laki kakak-beradik. Mereka sangat mengagumi dan mengidolakan kedua orang tuanya. Masing-masing bersaksi bahwa bapak ibunya mengasihi setiap anaknya secara pribadi dan memperlakukan masing-masingnya sesuai keadaan dan karakternya. Masing-masingnya mengatakan bahwa nanti memilih jodoh, profil wanita atau pria pasangannya kurang lebih mengikuti pribadi bapak dan ibunya sendiri.

Ciri gembala yang berbau dombanya adalah seperti yang dilakukan oleh bapak dan ibu tadi.  Orang atau pihak yang dilayani diberikan rasa betah, dikasihi, dan dimajukan.   Pertama-tama karena mereka berbuat seperti Yesus, yang tidak memilih-milih orang untuk dilayani. Perlakukan setiap orang secara pribadi, dan perhatikan kepada semua yang memerlukan kasih, merupakan cara konkret seorang gembala mengalami bau, yang artinya kondisi dan pengalaman konkret, setiap dan semua orang yang diperhatikan. 

Nilai spesial untuk gembala yang baik yang berbau dombanya, ialah bahwa Tuhan tak jijik dan menyerah dengan bau domba-domba yang diperhatikan. Dia malah suka dengan bau domba-domba itu. Bau mereka yang berbeda beda itu sangat disukai dan nantinya diubah dalam keharuman kasih dan kerahimanNya. Domba-domba bukan hanya di dalam kandang, tetapi juga di luar kandang, semuanya digembalakan oleh Yesus. Demikian juga santo Petrus yang berhasil membawa orang orang yang di luar batas teritori Yahudi, untuk menjadi anggota Gereja Perdana.

Gembala yang berbau dombanya belum terealisasi saat ini. Kita hendaknya tetap berdoa dan berharap supaya para gembala khusus, yaitu yang tertahbis dan gembala umum umat beriman, menjadikan ini sebagai tantangan dalam membawa banyak domba lainnya ke dalam Gereja. Semua bau mereka mesti menarik kita semua membawa mereka kepada Kristus.

Marilah kita berdoa… Dalam nama Bapa…Tuhan Yesus Kristus, perkuatkanlah kami dengan semangatMu supaya kami dapat menjadi domba-domba yang baik dan dapat membawa domba-domba lain untuk datang kepada-Mu dan menikmati suka cita di dalam Dikau.  Salam Maria… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *