Gembala membuat kita nyaman dan betah

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan Paskah ke-4, 17 Mei 2019. Kisah Para Rasul 13, 26-33; Yohanes 14, 1-6. Suara: Marsel sdb (bacaan Injil) dan Ambros sdb (renungan).

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gembala Membuat Kita Nyaman dan Betah. Rasa nyaman kita sebagai manusia selalu terkait dengan hubungan antar pribadi satu dengan yang lain. Sedangkan rasa betah kita lebih terkait dengan suasana di sekeliling dan hal atau barang yang kita pakai. Misalnya Anda merasa nyaman dengan teman-teman di dekatmu, dan pada saat yang sama Anda juga betah suasana kerja sama dan lingkungannya yang tenang.

Tuhan Yesus sebagai gembala yang baik memberikan kita rasa nyaman dan betah dalam konteks seperti itu. Yesus membuat kita nyaman bersama Dia dan sesama orang beriman. Yesus membuat kita betah berada di dalam rumah-Nya, yaitu Gereja, juga dengan semua pengajaran dan perintah-Nya. Ungkapan yang sangat pas untuk ini ialah yang dikatakan Yesus pada hari ini: jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah kepada-Ku. Bersama Bapa-Ku dan Aku, semua pasti menjadi betah dan nyaman.

Tetapi tak semua orang sepakat tentang menjadi nyaman dan betah dalam Kristus. Selalu ada orang yang tak langsung paham. Bisa juga ada interpretasi yang berbeda. Misalnya rasul Thomas bertanya, tunjukkan dong pastinya seperti apa? Lalu Yesus dengan sangat meyakinkan berkata: Aku adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Penegasan ini sudah cukup pas untuk mengatasi keraguan itu.

Yesus memberikan kuasa kepada para pelayan Gereja untuk menjamin rasa nyaman dan betah ini bagi setiap Umat Allah. Seperti Petrus, Santo Paulus juga berdiri pada level otoritas pengajaran yang sama, berkotbah tentang semua kebenaran dalam Yesus Kristus. Ini sungguh memberikan rasa nyaman dan betah bagi semua pendengarnya, terutama kaum non-Yahudi yang kafir yang sangat kritis dan skeptis. Mereka bisa menerima pengajaran Paulus dan akhirnya memilih untuk menjadi pengikut Kristus.

Lalu pertanyaannya ialah, siapakah yang paling bertanggug jawab dengan rasa nyaman dan betah ini? Yang jelas bukan Tuhan dan para pemimpin Gereja yang bertanggung jawab. Mereka memberikan perhatian dan kasih sayang hanya karena cinta. Menjadi nyaman dan betah bukan pertama-tama urusan mereka. Jadi rasa nyaman dan betah itu harus pertama-tama diciptakan oleh kita masing-masing. 

Hal ini sama dengan kenyataan bahwa bukan urusan kita untuk menolak atau menerima bapa dan ibu kita. Mereka adalah karunia Tuhan bagi kita masing-masing. Tapi hal tentang rasa nyaman dengan bapa dan ibu sendiri, itu adalah tanggung jawab kita sendiri. Anda dan saya harus menciptakannya. Rasa betah dan nyaman dengan Tuhan dan Gereja harus kita ciptakan dan pertahankan.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan maha kuasa, semoga kami selalu memiliki rasa nyaman dan betah karena Engkau senantiasa berada di tengah-tengah kami melalui Yesus Kristus, Tuhan kami. Bapa kami.. Dalam…  

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *