Gembala dan domba yang baik

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu Paskah ke-4, 12 Mei 2019. Kisah Para Rasul 13, 14. 43-52; Wahyu 7, 9. 14-17; Yohanes 10, 27-30. Suara: Yella-OMK (bac 1), frater Noel sdb (bac 2), diakon Marsel sdb (bac Injil, dan pastor Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah ke-4 ini ialah: Gembala Dan Domba Yang Baik. Hari ini, menurut tradisi Gereja adalah hari Minggu Gembala yang Baik. Gereja merayakanan ini dengan kegiatan Minggu panggilan. Kita semua paham bahwa para gembala dan pelayanan Gereja dan Masyarakat merupakan buah dari sebuah proses pembinaan orang-orang terpilih dan terpanggil. Mereka adalah pria dan wanita yang ingin menjawab panggilan Tuhan secara khusus yang disebut panggilan imamat dan hidup membiara.

Kata gembala dari bahasa Latin pastor, dan bahasa Inggris shepherd, menunjuk pada diri Yesus Kristus, Gembala agung dan utama. Yesus mengatakan sendiri tentang ini dalam Injil Yohanes pada hari ini. Ia lalu jadikan kita semua domba-domba gembalaan-Nya. Bagi kita di dalam Gereja Katolik, misi Yesus Kristus sebagia gembala menjadi sebuah tugas partisipatif, yang berarti bahwa mereka yang terpilih itu mengambil bagian dalam misi Yesus sendiri. Itulah mengapa kita memiliki Gereja dan ada perutusan yang diberikan Yesus dan Gereja.

Partisipasi ini berwujud pada beberapa tingkat. Paus yang menggantikan posisi rasul Petrus, para Uskup yang menggantikan para rasul dapat kita katakan para gembala lingkaran pertama yang melanjutkan penggembalaan Yesus Kristus. Sampai saat ini posisi mereka ditandai dengan tahta kepemimpinan untuk sebuah Gereja Universal, juga Gereja Lokal. Tingkat yang menyusul ialah para imam yang berpartisipasi dalam tugas imamat Uskupnya. Ada imam diosesan yang bekerja di keuskupan masing-masing dan imam tarekat yang bekerja melalui perutusan tarekat masing-masing. 

Tingkat yang lebih luas ialah para biarawan dan biarawati, yang juga memiliki perutusan dalam membesarkan Gereja, merawatnya dan sebagai saksi hidup Kerajaan Allah. Dan yang lebih luas lagi ialah setiap orang pengikut Kristus yang memiliki tanggung jawab untuk berada bersama, menemani dan menjaga sesama di sekitarnya. Setiap orang dibaptis untuk menjadi gembala bagi yang sesamanya yang lain. Ia harus berpartisipasi dengan penggembalaan Kristus.

Menurut inspirasi bacaan liturgi hari ini, perhatian gembala kepada domba-dombanya dapat diringkaskan menjadi tiga. Pertama, gembala mengenal domba-dombanya. Mengenal, mengetahui dan memahami merupakan bentuk-bentuk kasih sayang dan perhatian.  Kedua, perhatian gembala yang lebih tinggi derajat dan kualitasnya ialah kalau ia berkorban demi kebaikan dan keselamatan orang-orang yang disayanginya. Ketiga, gembala peduli akan kenyamanan dan keselamatan jiwa mereka yang ia perhatikan. Jadi, kita sebagai pengikut Kristus, terpanggil dan terbentuk dalam seluruh perjalanan iman di dunia ini, sebagai gembala. Kristus sendiri yang akan memampukan kita untuk menjadi gembala.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Allah dan Tuhan kami, jadikanlah kami domba-domba yang benar dan baik di dalam Gereja-Mu. Bapa kami… Dalam… 

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *