Gambar dan rupa Allah sebagai manusia

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat pekan biasa ke-5, 15 Februari 2019. Kejadian 3,1-8; Markus 7,31-37. Suara: Peter sdb (Injil dan renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gambar Dan Rupa Allah Sebagai Manusia. Makluk manusia yang diciptakan Tuhan Allah menurut gambar dan rupa Allah merupakan sebuah anugerah. Status mulia dan istimewa itu diberikan atas kehendak Tuhan, dan bukan karena manusia menginginkannya. Salah satu dimensi yang diberikan kepada manusia ialah kebebasan dan hak untuk menikmati kehidupan di dunia yang dipercayakan sepenuhnya ke dalam tangan manusia. Tetapi kepercayaan itu memiliki batasnya, yaitu sebagai manusia.

Hal itu berarti manusia menggunakan kebebasan dan kepercayaan Tuhan sejauh kemampuannya sebagai manusia. Posisi dan status manusia tetap sebagai manusia, dan ia tidak bisa berubah posisi ke tempatnya Tuhan Allah. Begitulah maksud Tuhan menganugerahi keistimewaan kepada manusia, tetapi manusia juga diberikan satu batas yang tidak bisa ia lewati. Hal ini sama dengan bapak dan ibu akan tetap menjadi bapak dan ibu bagi anak-anaknya sampai mereka mati. Tidak mungkin terjadi bahwa anak-anak suatu ketika berganti posisi menjadi orang tua, sedangkan orang tua menjadi anak-anak. 

Pergantian seperti itu hanya terjadi sebagai sebuah drama atau sandiwara. Tetapi sebagai sesuatu yang merupakan kodrat dan identitas, pada prinsipnya adalah tetap seperti demikian. Dalam konteks ini, judul renungan itu sudah bagus dengan mengatakan: manusia itu istimewa sebagai manusia dan titik. Tidak usah ditambah dengan sambungan “dan”, “atau”, “juga”. Maksudnya bahwa manusia tidak boleh diberikan satu alternatif lain, supaya ia bisa menggunakan kebebasannya untuk memilih alternatif lain selain sebagai manusia.

Justeru tambahan ini dianggap Setan sebagai cela. Ia menggodai manusia supaya ia bisa juga naik tingkat ke posisinya dengan Tuhan. Manusia tergoda dan terjadilah kejatuhannya pertama ke dalam dosa. Ada ungkapan atau pepatah umum yang mengatakan begini: kekuatan atau keunggulanmu adalah juga kelemahanmu! Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sebagai manusia, yang berarti ia sangat unggul dibandingkan dengan semua jenis ciptaan lainnya di bumi. 

Tetapi keunggulan dan keistimewaan itu sekaligus kelemahannya. Ketika ia tidak bisa menggunakan kekuatannya itu secara bijaksana dan benar, itu menjadi cela bagi Setan untuk memperdayai manusia. Salah satu cara dalam menggunakan kekuatan dengan benar dan tanggung jawab, ialah dengan menjadi pelayan, penolong, penghibur dan penyembuh sesama yang menderita dan yang membutuhkan pertolongan. Yesus menjadi teladan kita untuk menjadi pelayan dan pemberi solusi bagi orang-orang yang menderita. Kalau kita sibuki diri kita untuk berbuat baik dan melayani, Setan akan sulit memperdayai kita.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kuasa-Mu agar kami mampu mengalahkan kuasa yang jahat. Kemuliaan… Dalam nama…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *