Energi positif

Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan Hari Minggu Paskah ke-2, 28 April 2019; Minggu Kerahiman Ilahi. Kisah Para Rasul 5, 12-16; Wahyu 1, 9-11a. 12-13. 17-19; Yohanes 20, 19-31. Suara: frater Andi sdb (bac 1), bruder Joni sdb (bac 2), diakon Marsel sdb (bac Injil), dan pastor Peter sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari Minggu Paskah ke-2 ini ialah: Energi Positif. Di dalam rumah sering terjadi keributan antara suami dan isteri. Entah masalah kecil yang sudah biasa atau yang baru terjadi, suara masing-masingnya langsung meninggi dan kata-kata kasar meluncur begitu kencangnya. Sering benda-benda melayang sampai mengenai tubuh, bahkan kekerasan fisik terjadi dengan tanpa halangan apapun.

Singkatnya, yang sering keluar dari masing-masingnya ialah energi negatif. Jarang sekali terjadi misalnya yang satu negatif dan yang lainnya positif. Yang satu keluar sebagai api sedangkan yang lain sebagai air. Apalagi misalnya mereka masing-masing seperti bunga dan kupu-kupu, hampir tidak pernah terjadi. Suasana kehidupan yang serba negatif dan sulit ini merupakan contoh dari banyak situasi kehidupan di antara kita. Kekebasan berkomunikasi dan penggunaan media sosial dalam saat ini, dapat kita buktikan bahwa penyebaran energi-energi negatif sangatlah meresahkan hidup kita bersama.

Yesus yang bangkit menjalankan perutusan dari Bapa yang bertujuan untuk menghadirkan energi positif, yang menurut kitab suci dan keyakinan kita disebut Roh Kudus. Tuhan Allah tidak sampai hati membiarkan konflik dan kekacauan berlanjut terus-menerus yang disebabkan oleh energi-energi negatif antar-pribadi manusia saling menyerang, tanpa campur tangan-Nya. Kita harus dapat mengamini bahwa justru karena keadaan kita yang penuh konflik dan masalah, maka Tuhan campur tangan. Sebaliknya jika keadaan kita aman, nyaman, damai dan bahagia, mustahil Tuhan harus berkorban dan mau menyelamatkan  kita. 

Tuhan Yesus berkuasa untuk menutupi semua kesedihan, kerapuhan, dan kedosaan kita dengan energi dari Roh Kudus: “Damai sejahtera bagi kamu!”. Ia mengatasi ketakutan dan kebingungan kita dengan energi perutusan: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Ia memenuhi pengetahuan dan kebijaksanaan kita dengan energi Roh Kudus: “Terimalah Roh Kudus.”. Ia melengkapi setiap dari kita dengan energi kerahiman ilahi supaya dunia ini dibaharui: “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan yang tidak diampuni maka dosanya tidak diampuni”. 

Satu contoh konkret yang menerima energi positif dan mulia dari Tuhan ialah rasul Thomas. Contoh lain ialah orang-orang sakit di Yerusalem yang disembuhkan oleh para rasul. Begitu energi Roh Kudus masuk ke dalam diri mereka, hasil yang paling kentara ialah hidup mereka menjadi baru. Hidupnya yang lama ditinggalkan. Energi terbaru ini diungkapkan dengan sangat gamblang oleh Tuhan kepada rasul Yohanes: “Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya. Energi baru kita ialah Roh Yesus Kristus yang bangkit. 

Marilah kita berdoa. Dalam nama … Ya Yesus, jadikanlah diri kami pembawa suka cita Paskah sebagai Injil yang hidup, kepada sasama kami. Bapa kami… Dalam …

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *