Dunia nyata, bukan mimpi

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Selasa pekan biasa ke-17, 30 Juli 2019. Keluaran 33, 7-11. 34, 5-9. 28; Matius 13, 36-43. Suara: frater Ikky sdb (bacaan) dan bruder Bernardinus “Mikoli” sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dunia Nyata, Bukan Mimpi. Kita baru saja mendengar bacaan Injil tentang makna penaburan benih dan tumbuhnya lalang bersamanya sampai saat musim panen. Satu unsur dari pemaknaan perumpamaan itu, kata Yesus, ialah ladang atau lahan penanaman yang dimaknai sebagai dunia. Dunia yang dimaksudkan di sini ialah dunia nyata, tempat Anda dan saya berada sekarang dan di sini.

Dunia nyata diisi dengan kehidupan kita. Allah begitu sayang dan menaruh perhatian kepada manusia di dunia, maka Ia mengutus Putera tunggal-Nya datang ke dunia untuk menyelamatkannya. Yesus Kristus mendirikan kerajaan-Nya di dunia yang berwujud Gereja untuk mewadai semua umat Allah dapat mencapai keselamatan, dan akhirnya masuk dalam kerajaan surga yang abadi.

Dunia ini dan pribadi-pribadi manusia yang mendiaminya menjadi pilihan Yesus Kristus. Ia rela mati demi kebaikan mereka. Selain sebagai orang berdosa, kita juga menghadapi banyak kesulitan karena kita dikelilingi semua jenis lalang. Namun Yesus tak pernah menyerah atau berhenti memperhatikan kita. Meskipun kita selalu berbuat baik, di sekitar kita tetap saja ada orang yang tidak puas, tidak setuju, tidak menyukai, masah bodoh, iri dll. Semua itu adalah lalang yang tak pernah membuat kita bebas. Namun Yesus Kristus tak lepas kontrol atas diri kita, dan Roh Kudus setia mendampingi kita.

Kenyataan di dunia ini tak bisa kita hindari. Kita hanya bisa mengambil sikap dan memiliki kemampuan yang dibekali dengan semua ajaran kebenaran dan kebaikan dari Tuhan. Seperti Musa dan umat Allah yang kembali dari praktek berhala dan berpaling kepada Tuhan, kita berusaha juga untuk selalu optimis dan berniat baik selagi hidup di dunia nyata ini. Sikap ini mendukung rasa betah dan tetap berusaha aktif untuk membaharui diri dan dunia tempat kita berada. Orang mesti terlepas dari angan-angan, khayalan dan mimpi yang bisa membuatnya pesimis dan anti akan dunia nyata ini.

Bermimpi untuk terlepas dari dunia nyata ini hanya karena tidak tahan dengan situasinya saat ini, mungkin bisa disamakan dengan empat roda mobil yang berputar di atas bahu jalan berbatu dan aspal. Roda belakang terus saja bermimpi atau berkhayal: saya ingin berada di posisi depan biar tiba duluan, tapi kapan ya saya bisa… Banyak dari kita sering jatuh dalam angan-angan seperti ini, yang berarti bahwa mereka tidak betah, tidak optimis dan realistis tentang hidupnya di dunia ini. Semoga Anda dan saya tidak seperti ini, tetapi tetap realistis dan opitimis.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Allah Bapa maha murah, dunia tempat kami hidup Engkau penuhi dengan segala kemungkinan untuk kami berjuang dan membaharuninya di bawah bimbingan Roh-Mu. Semoga kami senantiasa setia dalam jalan yang telah dilalui Yesus Kristus Putera-Mu untuk mencintai-Mu dan sesama kami. Kemuliaan kepada Bapa… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *