Domba memanggil

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan Sabtu pekan biasa ke-4, 9 Februari 2019. Ibrani 13,15-17.20-21; Markus 6,30-34. Suara: Adventus sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Domba Memanggil. Seorang bapak dikenal keluarganya sebagai bapak yang tekun bekerja dan sangat bertanggung jawab akan terjaminnya kehidupan keluarga setiap hari. Hasil kerjanya di sebuah perusahaan cukup untuk menafkahi keluarga. Ia bertekat untuk bisa menyekolahkan ketiga anaknya sampai universitas. 

Kebutuhan jasmani keluarga terjamin, demikian juga ia pastikan bahwa kehidupan rohani tidak terlupakan. Ia selalu membiasakan keluarganya tekun dengan doa keluarga dan rutin beribadah di gereja. Baginya keluarga adalah ladang untuk ia baktikan seluruh hidupnya dan perwujudan panggilan dasarnya sebagai seorang pengikut Kristus. Isteri dan anak-anaknya adalah seperti domba-domba yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya dan ia sendiri adalah gembala.

Setiap kebutuhan keluarga menjadi panggilan baginya tiap-tiap hari. Domba-domba dalam keluarganya memanggil dia supaya hidupnya selalu terikat dengan mereka, karena para domba itu sangat bergantung pada dirinya. Gambaran laki-laki yang adalah gembala ini merenungkan kenyataan bahwa kehidupan di dunia dan keadaannya yang telah rusak oleh dosa, sungguh memanggil dan menuntut untuk diperbaiki. Maka Allah mendengar panggilan itu, lalu menjawabnya dengan mengutus Putera-Nya sendiri ke dunia.

Tuhan Yesus ingin supaya semua bentuk pelayanan pastoral dan kerasulan kepada orang-orang lain mengikuti pola yang sama. Pada hari ini melalui teks bacaan Injil, ia menegaskan komitmen pelayanan pastoral dan kerasulan-Nya. Ia mengutus murid-murid-Nya berdua-dua dengan segala syarat yang harus dipatuhi, itu alasannya karena domba-domba memanggil supaya para pelayan siap sedia melayani. Ketika semakin banyak orang datang dan menunjukkan kebutuhan konkretnya, Yesus mengingatkan bahwa domba-domba itu tetap memanggil dan terus memanggil, supaya para gembala dan pelayan turun tangan untuk melayani dan memenuhi kebutuhan mereka.

Gereja kita dari waktu ke waktu, khususnya pada saat ini, bertumbuh dan berkembang karena sebuah keadaan yang sangat konkret, yaitu domba memanggil. Gereja tidak eksis dan bergiat-giat dengan segala terobosan atau inisiatifnya bukan karena kepentingan para gembala dan pelayan. Gereja dalam hal ini para pemimpin, pelayan, dan utusan ada dan bekerja karena para domba memanggil dan membutuhkan mereka. 

Surat kepada orang-orang Ibrani pada hari ini memberikan keyakinan dan doa, bahwa semua pelayan, gembala, pekerja dan utusan, diutus oleh Allah dengan dilengkapi semua perlengkapan kebaikan. Mereka semua dimampukan.

Marilah kita berdoa. Dalam nama … Ya Tuhan Yesus, semoga para pekerja di kebun anggur Tuhan semakin bertambah dan bermutu. Kemuliaan… Dalam …

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *