Dipercaya banyak, dituntut banyak

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Rabu pekan biasa ke-29, 23 Oktober 2019. Roma 6, 12-18; Lukas 12, 39-48. Suara: frater Varet sdb (bacaan) dan pastor Ambros sdb (renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dipercaya Banyak, Dituntut Banyak. Seorang pelatih sepak bola memilih para pemain andalannya untuk suatu pertandingan besar. Setiap pemain diberikan kesadaran bahwa keterpilihannya itu membuat mereka terbaik di posisinya masing-masing. Semua orang menaruh harapan besar supaya para pemain menjalankan dengan baik peran-perannya. Mereka harus menaati setiap instruksi pelatih dan bertanding dengan motivasi tinggi. Pelatih berpesan kepada setiap pemainnya: setiap pemain diberi kepercayaan besar, maka ia sangat dituntut untuk berbuat terbaik dan banyak.

Ilustrasi ini merefleksikan juga pewartaan Injil pada hari ini, khususnya yang kita baca di bagian akhirnya. Pokok pengajaran Yesus masih seputar kesiap-sediaan hamba yang dalam setiap saat hidupnya memang wajib mengikuti irama dan kemauan sang tuan. Kita menaruh diri kita sedemikian caranya, karena kita adalah hamba-hamba Tuhan yang ingin memolakan hidup kita seperti Yesus Kristus, Guru kita. Kita masing-masing melihat diri kita dan membaca secara saksama tentang panggilan kita mengikuti irama dan kehendak Tuhan. Konsekuensinya adalah kita diberi kepercayaan dan kemudian dituntut sesuai dengan kepercayaan itu. 

Seperti apa kepercayaan itu dan bagaimana kepercayaan itu dipakai dalam bentuk perbuatan-perbuatan, hal itu untuk melihat seberapa penting dan banyaknya tuntutan untuk dipenuhi setiap orang. Surat Paulus kepada jemaat di Roma dalam bacaan pertama menegaskan bahwa kepercayaan itu berwujud pada kasih karunia yang diberikan kepada setiap orang yang percaya dan setia kepada Kristus. Setiap orang yang percaya memasrahkan dirinya untuk dipakai oleh Tuhan, yaitu bahwa masing-masingnya diberi karunia. Wujud nyata karunia itu ialah panggilan, profesi, pelayanan, pekerjaan dan perutusan. 

Karunia sebagai suami-isteri dan orang tua diminta dedikasi dan tuntutan tanggung jawab yang sesuai dengan kepercayaan itu. Tuntutan ini tentu saja jauh lebih besar porsinya dibandingkan untuk seorang anak. Karunia imamat pada seorang pastor paroki diminta tuntutan untuk dipenuhi jauh lebih besar daripada umat paroki. Guru memikul tuntutan jauh lebih besar daripada murid-muridnya. Kakak dituntut lebih banyak dan besar tanggung jawabnya dari pada adik. Daftar ini sangat panjang, dan bagi kita perwujudan tuntutan-tuntutan itu merupakan jaminan untuk kelayakan dan keselamatan kita di hadirat Tuhan.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Bapa yang murah hati, perkuatkanlah kami dalam setiap panggilan dan pelayanan yang kami lakukan, sebagai cara untuk membentuk kami sebagai hamba-hamba-Mu yang baik. Kemuliaan kepada Bapa… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *