Datanglah, berbagi rahmat dengan kami

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan Kamis pekan biasa ke-4, 7 Februari 2019. Ibrani 12,18-19.21-24; Markus 6,7-13. Suara: Aleks sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Datanglah, Berbagi Rahmat Dengan Kami. Seorang misionaris bercerita tentang karya pastoral di tempat ia bekerja. Karena tenaga pastoral sangatlah kurang, khususnya imam atau gembala, begitu daerah-daerah pelosok mendapat kesempatan dikunjungi seorang imam, kesempatan sangat berharga itu dimanfaatkan sebaik-baik mungkin.

Tiga bulan sekali stasi pelosok itu mendapat kunjungan sang pastor. Selama tiga bulan umat Katolik di situ menantikan siraman rohani dari sang gembala. Selama tiga bulan, mereka juga rindu menerima tubuh Kristus dalam Ekaristi. Para bapak yang umumnya adalah nelayan, sering menghabiskan waktunya di laut dan pantai. Sering mereka menghibur dirinya dengan makan minum sampai mabuk-mabuk di sana. Karena itu mereka sering absen mengikuti ibadat hari Minggu selama tiga bulan tersebut.

Namun ketika mereka tahu bahwa hari minggu nanti ada kunjungan pastor, mereka menghentikan semua kegiatan melaut. Mereka sadar kalau imam yang datang adalah anugerah terindah yang mereka nantikan selama tiga bulan. Mereka ingin dengarkan firman Tuhan dan menerima Komuni Kudus. Maka pada hari minggu itu, mereka membuat spanduk dan memasangnya di gereja stasi supaya dapat dibacakan oleh sang gembala dan segenap umat. Bunyi spanduk itu ialah: Datanglah, Berbagi Rahmat Dengan Kami.

Kalau Yesus Kristus mengutus para rasul-Nya berdua-dua pergi menjalankan tugas pastoral, dengan perintah: “Pergilah, wartakanlah Injil dan pertobatan, tinggallah di tempat yang menerima kamu, sampai kamu berangkat dari tempat itu;” rumah atau tempat yang disinggahi para utusan Tuhan itu, perlu memberikan tanggapannya seperti yang dibuat para nelayan tadi. Baik pribadi, keluarga, umat stasi dan jemaat paroki, kiranya mengikuti teladan para nelayan, yaitu dengan suka cita, kesadaran iman, dan kepatuhan kepada Gereja, perlu mengungkapkan sikapnya dalam menyambut: Datanglah, Berbagi Rahmat Dengan kami.

Di satu pihak, mereka yang kedatangan para utusan Tuhan seperti pelayan pastoral, jangan sekedar menjadi penikmat hak untuk dilayani. Mereka perlu merasakan ada kebutuhan konkret akan firman Tuhan, sakramen, dan hidup menggereja. Mereka harus menyambutnya dengan suka cita dan persaudaraan. Sangatlah rugi kalau menolaknya. Di lain pihak, yaitu mereka yang mengemban tanggung jawab sebagai yang terutus seperti imam, biarawan, katekis, guru, atau siapa pun dia sebagai pelayan bagi sesamanya, perlu menjadikan ini sebagai tanggung jawab. Hendaknya nasihat surat kepada orang Ibrani: semua yang didatangi atau dikunjungi adalah “kota Allah”. Semua orang di dalam kota itu sudah didata oleh Tuhan, tinggal kita saja yang menjalankan tugas pelayanan itu.

Marilah kita berdoa. Dalam nama… ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami dalam setiap bentuk pelayanan pastoral kasih yang kami jalankan. Bapa kami… Dalam…

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *