Dalam nama Yesus Kristus

Bacaan  dan renungan Sabda Tuhan hari Jumat Oktaf Paskah, 26 April 2019. Kisah Para Rasul 4, 1-12; Yohanes 21, 1-14. Suara: Peter sdb (Injil dan renungan)

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dalam Nama Yesus Kristus. Setelah mengikuti sekolah bina iman, seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun membuat kedua orang tuanya bangga. Ia bisa menghafal kata-kata ini: “Dalam nama Yesus Kristus”, dengan sempurna. “Siapa yang ajarkan kamu berkata begitu”, tanya ibunya. Si bocah langsung menjawab: “Yesus Kristus”. Singkat cerita, pada waktu pelajaran, seseorang berperan sebagai Yesus yang datang menyalami dan berbicara dengan anak-anak. Pesannya kepada anak-anak, supaya mereka selalu menyebut “Dalam nama Yesus Kristus” setiap kali berdoa.

Pesan damai Paska antara lain berisi kalimat penuh kekuatan tersebut. Pernyataan doa “Dalam nama Yesus Kristus” diwujudkan dalam perbuatan kasih yang merupakan hukum Tuhan yang terbesar untuk kita laksanakan. Atas dasar inilah, Petrus dan para rasul berbuat kasih dan kemurahan supaya menghadirkan damai itu di dalam diri orang-orang yang mereka layani. Untuk menghadirkan damai itu, rumusan formula baku yang dipakai ialah: Dalam nama Yesus Kristus. Diharapkan supaya dengan rumusan ini, Tuhan Yesus Kristus sang pembawa damai masuk ke dalam diri setiap orang yang menerima karunia-Nya.

Pada suatu peristiwa penampakan yang lain, yaitu di pantai ketika Petrus dan para rasul kembali menjalankan pekerjaan rutinnya memancing ikan, Yesus yang bangkit nampak kepada mereka dengan sebuah tindakan yang membawa perdamaian. Ia memberikan sebuah contoh pelayanan dengan menyediakan mereka makanan. Pelayanan pembasuhan kaki pada perjamuan malam terakhir menjadi inspirasi utama. Semangat dan tindakan pelayanan itu yang mesti terus dihayati oleh komunitas beriman yang pertama itu. Yesus ingin menekankan bahwa meski kawanan rasul dan murid-Nya akan kembali ke dalam kehidupan yang normal dan rutin, pelayanan harus tetap menjadi semangat utama mereka.

Pada hari ini kita belajar sesuatu berkaitan dengan penghayatan iman, yaitu dengan mengikuti suatu anjuran bijaksana, bahwa setiap bentuk perbuatan kasih dan pelayanan kita, hendaknya selalu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Legitimasi atau pembenaran perbuatan ini adalah Yesus Kristus sendiri. Dengan memakai “atas nama Yesus Kristus”, sangat dipercaya kalau nama ini berada di atas semua bentuk nama, label, status, dan kepentingan. Dengan “atas nama Yesus Kristus”, semua penguasa di dunia dan bahkan penguasa kegelapan seperti setan dan para pembantunya mengakui Yesus Kristus. Jadi dengan “atas nama Yesus Kristus”, kita mestinya menjadi aman, nyaman, dan lancar dalam berkegiatan dalam hidup kita.

Kiranya doa-doa kita selalu berisi: Dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Ya Bapa di surga, utuslah Roh-Mu untuk memperkuat pegangan hidup kami setiap kali kami menyebut: Dalam nama Yesus Kristus. Salam Maria… Dalam nama Bapa…  

Please Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *