Campur tangan yang diperlukan

Bacaan dan renungan Sabda Tuhan hari Sabtu pekan Paskah ke-7, 8 Juni 2019. Kisah Para Rasul 28, 16-20. 30-31; Yohanes 21, 20-25. Suara: Servas sdb (bac Injil) dan Ambros sdb (renungan)

Renungan kita pada hari ini bertema: Campur Tangan Yang Diperlukan. Dengan pernyataan ini kita ingin mengungkapkan suatu campur tangan yang tepat dan benar. Kita juga dapat mengingatkan bahwa jangan memaksa ikut campur jika memang tak perlu. Jika Anda merasa berkewajiban untuk campur tangan, lakukan saja. Roh Kudus yang menggerakkan kita pada saat yang tepat akan mengijinkan kita campur tangan untuk suatu urusan orang lain atau bersama, namun pada momen yang lain akan mencegah kita untuk berbuat demikian. 

Banyak orang sering berbagi pengalamannya, terutama tentang kehidupan pribadi dan perjalanan imannya, dengan dibantu meditasi harian melalui media La Porta ini. Semuanya memberikan apresiasi dan terima kasih karena siraman rohani ini berperan ikut campur tangan dalam hidup pribadi mereka. Seorang pendengar setia pernah menulis pesan wa begini: “Pastor, saya merasa hidup saya setiap hari diusik oleh siraman firman Tuhan. Saya merasa ditegur, selain itu juga saya dihibur, diberikan ketenangan, dan diarahkan jalan yang bijaksana”.

Ini merupakan satu contoh mencampuri urusan atau campur tangan pada momen yang tepat dan benar. Untuk rasul Petrus, rasanya ia ditegur oleh Yesus karena ia mencampuri urusan murid lain yang dikasihi Tuhan dan urusan Yesus sendiri. Menurut Yesus, Petrus harusnya mengurusi saja dulu kepentingannya, sebelum sibuk dengan kepentingan orang lain. Dengan kata lain, momennya tidak tepat untuk campur tangan. Ini juga terjadi dengan kepentingan kekuasaan Romawi dan agama Yahudi yang saling campur atau tarik-menarik dalam penderitaan yang dialami oleh Paulus saat berada di Roma. 

Campur tangan atas kepentingan sesama pada dasarnya memang tak bisa dihindari. Itu bagian dari memberikan perhatian. Namun supaya dapat menjadi suatu perbuatan yang sangat positif dan sebagai suatu pelayanan, mestinya kita bisa menghindari dua ekstrem yang membuat campur tangan itu menjadi tindakan yang salah dan berakibat buruk bagi kita sendiri dan orang lain.

Ekstrem pertama ialah campur tangan yang tidak perlu, atau tepatnya yang berlebihan dan salah tempat dan waktunya. Seorang yang sedang gelisah dan sedih, kita justeru melibatkan dia dalam diskusi sesuatu hal yang membuat dia bertambah kacau pikiran dan hatinya. Kedua ialah tidak berbuat apa atau sama sekali tidak campur tangan. Seorang teman menyesal sekali tak bisa bantu rekannya, padahal sebenarnya ia bisa berikan pertolongannya, akibatnya rekan itu menderita kecelakaan lebih parah.  Jadi, dengan menghindari dua ekstrem ini tinggal satu pilihan saja, yaitu tindakan campur tangan yang diperlukan, pada waktu dan tempat yang benar, sesuai dengan kebutuhan atau kepentingannya.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa… Dengarkanlah doa kami yang memohon supaya saling memperhatikan antar pribadi dan komunitas atau masyarakat sungguh bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup kami lebih baik dalam relasi dan kerja sama di antara kami. Bapa kami… Dalam nama Bapa…

Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *