Bruder Bojes SDB: fresh graduate dari UNJ – Indonesia

Oleh: Bruder Bojes SDB

Catatan editor: Minggu lalu, 24 Maret 2019, di Convention Hall Kemayoran – Jakarta Pusat, diadakan perayaan wisudah lulusan sarjana dan pasca sarjana Univeristas Nasional Jakarta atau UNJ. Di antara para lulusan sarjana tersebut, ada seorang Salesian yaitu Bruder Alfridus “Bojes” Tena SDB. Ia lulus dengan predikat sangat memuaskan, yaitu pencapaian IP 3,26, dari Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Teknik Elektro. Intinya, Bruder Bojes mendapatkan gelar yang menjadikannya seorang guru teknik, dan akan membawa dia untuk bekerja sebagai seorang pendidik bidang teknik elektro. Berita tentang Bruder Bojes sendiri dan liku-liku pengalaman studinya di Universitas negeri ini telah dipublikas di media online SDB internasional yang bisa diakses di https://www.bosco.link/webzine/46609, yang dilaporkan di dalam bahasa Inggris. Berikut ini adalah kesaksian langsung dari Bruder Bojes SDB tentang dirinya.

“Saya mengikrarkan kaul pertama pada tahun 2011. Sebelumnya saya menjalani masa aspiran dan postulan masing-masing satu tahun, bersama dengan sejumlah teman. Di dalam perjalanan, sebagian dari kelompok kami meninggalkan jalan panggilan ini, sebagian lain melanjutkan sampai dengan saat ini. Pada tanggal 1 Agustus 2019 saya genap 8 tahun menjadi Salesian. Saya masing dalam periode kaul sementara, dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk kaul kekal.

Awal perjalanan pembinaan Salesian adalah di komunitas SDB di Pulau Sumba. Saya berpikir akan menjadi seorang biarawan. Hari-hari awal adalah sebuah proses live-in, atau pengalaman pertama belajar. Ada juga pelajaran bahasa Latin dengan rujukan praktiknya di bawa bimbingan pionir SDB Indonesia, Pastor Jose Carbonell SDB. Beliau juga mengajarkan tentang cara hidup Don Bosco. Melalui semua ini saya dibuat yakin untuk menjadi menjadi Salesian. Don Carbonel mengatakan bahwa untuk menjadi frater (calon pastor) dan bruder, itu urusan belakangan, intinya menjadi Salesian. Dari bimbingan dan semangat hidup Beliau saya memutuskan untuk menjadi Bruder Salesian dengan menekuni panggilan ini sampai hari ini.

Pada tahun 2012 saya mulai kuliah di UNJ. Berkat belajar, usaha dan doa tentunya, saya berhasil dalam test masuk dan diterima di Universitas itu. Saya harus bersaing dengan dari ribuan calon jurusan Teknik Elektro, yang pada akhirnya hanya 60 mahasiswa, termasuk saya, yang berhasil mendapatkan posisinya untuk menjadi mahasiswa UNJ. Juli 2014 sampai Juli 2015 saya cuti untuk tahun orientasi pastoral di Komunitas SDB Sumba. Setelah itu saya kembali lagi melanjutkannya, dan pada tanggal 28 Januari 2019 saya Lulus dari UNJ dengan IPK 3.26 sebagai peringkat prestasi yang sangat memuaskan. Saya secara resmi mengantongi gelar S.Pd.

Saya menyadari memang sulit menjadi mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro. Lebih banyak duka daripada sukanya. Namun saya percaya kepada Tuhan Yesus , Bunda Maria, Don Bosco dan para Malaikat Kudus yang menyertai saya dalam menempuh  jenjang pendidikan tinggi ini. Penyertaan dan bantuan ini sungguh mengimbangi saya dalam menghadapi semua kesulitan. Selama 5 setengah bergelut di dunia akademik UNJ, saya merasa dimurnikan dan semakin mencintai panggilan saya, misalnya ketika dalam kenyataan saya sebagai minoritas non muslim dan sekaligus biarawan, saya harus memikul salib sebagai saksi Kristus di UNJ yang mana mayoritasnya Muslim. 

Berkat doa dan dukungan Komunitas, saya dapat menyelesaikan tugas belajar dengan selamat tanpa kurang apapun. Harapan saya, dengan modal Pendidikan Teknik Elektro sebagai Sarjana Pendidikan, saya dapat mengaplikasikan untuk perkembangan nusa, bangsa dan dunia. Tentunya saya melakukan itu melalui misi Salesian. Saya ingin mengemban misi dalam mendidik orang muda untuk menjadi warga negara yang jujur dan orang beriman kepada Tuhan yang maha Esa. Saya ingin menjadi guru dan pendidik yang baik.”


Please Share:

Yuk, berikan tanggapan atau pertanyaan!

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Wajib diisi untuk kolom yang bertanda *